Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Ahmad Sahroni Minta Maaf Usai Pernyataannya Picu Demo dan Penjarahan
Politik

Ahmad Sahroni Minta Maaf Usai Pernyataannya Picu Demo dan Penjarahan

RiyadiBy Riyadi01/10/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni Foto: Dok. Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Politikus Ahmad Sahroni akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada publik usai pernyataannya yang viral dan disebut-sebut memicu aksi demonstrasi hingga berujung penjarahan rumahnya pada Sabtu (30/8/2025).

Permintaan maaf itu diungkapkan oleh konten kreator Ferry Irwandi, yang mengaku ditelepon langsung oleh Sahroni. Menurut Ferry, Sahroni menegaskan tidak pernah berniat buruk atas ucapannya.

“Dia juga nitip maaf kepada masyarakat Indonesia atas apa yang dia lakukan atau dia ucapkan. Enggak ada niat buruk,” kata Ferry melalui unggahan Instagramnya, Selasa (30/9/2025).

Baca juga :   Polisi Mulai Selidiki Aksi Pengrusakan dan Penjarahan di Rumah Sahroni Hingga Sri Mulyani

Ferry menambahkan, Sahroni sempat berencana tampil langsung untuk memberikan klarifikasi, termasuk melalui podcast. Namun, rencana itu tertunda karena ada persoalan yang menimpa keluarganya. “Demi keselamatan keluarganya waktu itu terpaksa beliau diam,” ungkap Ferry.

Sahroni juga membantah kabar yang menyebut dirinya kabur ke luar negeri saat penjarahan terjadi. Ia mengakui sempat ke Singapura untuk urusan pekerjaan, tetapi beberapa hari sebelum aksi penjarahan berlangsung. “Dua sampai tiga hari sebelum kejadian, beliau sudah berada di Jakarta,” jelas Ferry.

Kesaksian staf pribadi Sahroni, Tabroni, juga sempat menjadi sorotan publik. Dalam wawancara yang beredar, Tabroni membantah bosnya melarikan diri. Ia menyebut saat massa menyerang, Sahroni bersama staf dan tamu berlari ke atap rumah dan bersembunyi di kamar mandi rooftop hingga malam.

Baca juga :   Ketua BEM FH UBK Mengaku Terima Rp20 Juta Usai Aksi Demo, Minta Maaf ke Mahasiswa

Kabar itu sempat menimbulkan tanda tanya karena beredar pula foto diduga Ahmad Sahroni di bandara menuju Singapura. Namun, kesaksian publik figur Denny Sumargo menguatkan pernyataan bahwa Sahroni masih berada di Jakarta pada 29–30 Agustus.

Bareskrim Polri mengumumkan perkembangan terbaru kasus penjarahan rumah sejumlah pejabat dan tokoh publik saat gelombang demonstrasi akhir Agustus lalu.

Sebanyak 52 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Mereka diduga terlibat dalam aksi penjarahan rumah Ahmad Sahroni, politikus PAN Uya Kuya, anggota DPR PAN Eko Patrio, politikus NasDem sekaligus artis Nafa Urbach, serta mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Baca juga :   Viral Tayangan Negatif, Menag Ingatkan Jaga Marwah Pesantren

“Barang bukti hasil penjarahan juga sudah diamankan, mulai dari perhiasan, barang elektronik, hingga kendaraan bermotor,” ungkap perwakilan Bareskrim, Selasa (23/9/2025).

Polisi menyebut sebagian besar pelaku bukan demonstran, melainkan pihak yang memanfaatkan situasi ricuh. Aparat juga menegaskan penyidikan masih berlanjut untuk menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual.

“Kami tidak berhenti pada pelaku lapangan. Semua pihak yang terbukti terlibat akan diproses,” tegas kepolisian.

Baca juga :   Gubernur Sumsel Minta Maaf Usai Didemo Mahasiswa soal Karhutla

Dengan penetapan 52 tersangka, aparat berharap kasus ini segera bergulir ke persidangan sekaligus menjadi peringatan keras bahwa penjarahan dan tindak kriminal lain di tengah situasi politik tidak dapat ditoleransi.[YKP]

Ahmad Sahroni minta maaf Usai Rumah Dijarah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMusala Tiga Lantai Ambruk di Sidoarjo, 3 Santri Meninggal Dunia
Next Article Emak-emak Siram Polisi dengan BBM di Polres Sragen, Aksi Disiarkan Live Facebook
Riyadi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,939 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,809 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,782 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?