RELUNG.ID — Kabar bahagia datang dari keluarga Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia resmi dikaruniai anak kedua yang lahir pada Minggu (30/3/2026) malam di Jakarta.
Bayi laki-laki tersebut diberi nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono, sebuah nama yang tidak hanya indah secara pelafalan, tetapi juga sarat makna filosofis dan nilai kepemimpinan.
Dalam konferensi pers, AHY mengungkapkan rasa syukur atas kelahiran putranya yang memiliki berat 3,076 kilogram dan panjang 49 sentimeter. Ia menyebut kehadiran sang buah hati sebagai anugerah besar bagi keluarga.
“Setiap orang tua punya doa, punya harapan yang baik untuk putra-putrinya, begitu pula kami. Tentu selain ungkapan syukur kehadirat Allah SWT, kami juga punya doa-doa yang baik, harapan-harapan yang baik, termasuk kami termasuk adalah yang ingin memuliakan para leluhur.” ujarnya.
Lebih dari sekadar kabar kelahiran, AHY menaruh harapan besar melalui nama yang disematkan. Ia menjelaskan, nama “Arjuna” diambil dari tokoh ksatria dalam epos Mahabharata yang dikenal memiliki keberanian, kecerdasan, serta integritas tinggi.
Menurutnya, Arjuna merupakan simbol pemimpin ideal—berhati lembut namun teguh dalam prinsip. Nilai-nilai itulah yang diharapkan dapat tumbuh dalam diri sang anak.
“Arjuna itu salah satu tokoh utama, ksatria utama dalam epos Mahabharata. Gen Alpha mungkin tidak semuanya familiar. Saya ingin menjelaskan sedikit. Gen Alpha? Gen Z ya? Kalau Gen Alpha belum. Belum, masih Gen Z. Tapi bagi yang belum familiar, jadi ada epos Mahabharata. Ada kisah heroik, ini berasal dari India, Sansekerta. Kemudian ada yang namanya Pandawa Lima, lima tokoh. Yang pertama Yudistira, yang kedua Bima, yang ketiga Arjuna, yang keempat-lima itu kembar, Nakula-Sadewa,” ujarnya.
“Nah, Arjuna ini adalah sebuah tokoh yang dianggap merupakan ksatria yang punya keberanian, kecerdasan, dan integritas. Hatinya lembut, bijaksana, tapi kokoh dalam prinsip, teguh dalam nilai. Jadi tentunya doa dan harapan kami putra kami Arjuna juga memiliki sifat-sifat seperti itu, seorang ksatria atau seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat yang mulia, berani, cerdas, halus dalam budi tapi sekaligus kuat dalam prinsip kehidupan, dalam prinsip dalam menjalankan tugas dan pengabdian. Itu makna Arjuna,” tambah AHY.
Sementara itu, nama tengah “Hanyokrokusumo” memiliki akar historis dari garis keturunan keluarga Yudhoyono yang berkaitan dengan Kerajaan Mataram Islam. Nama tersebut dipilih langsung oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga memberikan sentuhan makna mendalam pada identitas cucunya.
“Sedangkan nama tengahnya Hanyokrokusumo, mohon maaf kalau masih agak selip-selip baru 12 jam jadi ayah. Bagi saya ini sesuatu yang juga spesial karena ini adalah anak kedua, tapi karena berjarak 17 tahun jadi seperti pertama kali semuanya. Jadi Hanyokrokusumo ini sebetulnya saya minta nama dari Pak SBY. Jadi beliau tentunya saya menganggap beliau jauh lebih memiliki wisdom dan seperti anak kami yang pertama Almira, nama tengahnya juga kami minta dari Pak SBY ketika itu, Tunggadewi. Nah, Hanyokrokusumo juga dari Pak SBY,” terang dia.
Adapun nama belakang “Yudhoyono” tetap dipertahankan sebagai simbol perjuangan dan perjalanan hidup. AHY menyebut, makna tersebut mencerminkan harapan agar anaknya kelak mampu menjalani kehidupan dengan penuh nilai perjuangan dan dedikasi.
“Dan tentu nama belakang Yudhoyono melekat. Yudo artinya perang atau perjuangan, Yono adalah perjalanan atau jalan yang harus ditempuh untuk mencapai kesuksesan dan juga keberhasilan dalam perjuangan dan perang dalam arti yang luas,” imbuhnya.
“Jadi harapannya Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono bisa tumbuh dengan baik, kami mohon doa dari teman-teman sekalian dan masyarakat luas. Semoga bisa tumbuh menjadi anak yang sehat, yang sholeh, berakhlak mulia dan juga pada saatnya bisa mengabdi, menghadirkan manfaat yang baik untuk masyarakat, bangsa dan negara selain tentunya berbakti kepada kedua orang tua,” tandas dia.
Meski telah berpengalaman menjadi ayah, AHY mengaku momen ini terasa seperti pertama kali kembali, mengingat jarak usia yang cukup jauh dengan anak pertamanya.
Ia pun memohon doa dari masyarakat agar sang putra tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan negara di masa depan.[THQ]

