RELUNG.ID – Rasa haru bercampur bahagia dirasakan Rupi, seorang kuli bangunan setelah rumah miliknya di Jalan Air Teman, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan dilakukan bedah rumah.
Hal itu diungkapkan Rupi usai acara peletakan batu pertama bedah rumah miliknya pada Kamis,18 September 2025.
Dimana peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Waki Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat (Yopi Karim).
“Saya ucapkan terima kasih atas segala bantuannya,” kata Rupi terharu bercampur bahagia saat di wawancarai.
Dijelaskan, rumah tak layak huni (RTLH) berupa papan tersebut ditempatinya bersama dengan istri dan dua anaknya dengan ukuran 4×3 meter. Dimana rumahnya itu setiap kali turun hujan selalu bocor.
“Kalau hujan bocor. Alhamdulillah adanya bedah rumah ini,” ujarnya.
Sementara itu Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat menerangkan, pihaknya hari ini melaksanakan bedah rumah yang pertama.
Dimana kegiatan ini menurutnya dianggarkan melalui APBD sebanyak 50 unit, BAZNAS 14 unit, REI 2 unit dan dari Bank Sumsel Babel 9 unit.
“Kita sudah membentuk forum CSR dan alhamdulillah dari REI yang pertama memberi kewajiban melaksanakan kewajibannya untuk program CSR yang mana kegiatan hari ini dari REI,” ungkapnya.
Yopi mengakui, permasalahan pihaknya yakni terbentur dengan regulasi. Sebab masih banyak rumah warga yang tak layak huni tetapi tidak masuk di DTSEN (Data Terpadu Sentra).
Namun begitu sambung Yopi, melalui forum CSR ini, nanti akan membantu warga yang tidak masuk DTSEN tersebut.
“Karena target kami di 2039 tidak ada lagi masyarakat Lubuklinggau yang menempati rumah yang tidak layak huni,” pungkasnya. (NSR)

