Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Hidupkan Tradisi Semende Lewat Sardundun: Suara dari Atap Rumah
Regional

Hidupkan Tradisi Semende Lewat Sardundun: Suara dari Atap Rumah

alwiBy alwi18/09/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Sardundun: Suara dari Atap Rumah yang dipentaskan di Graha Taman Budaya Sriwijaya. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Suasana berbeda hadir di Graha Taman Budaya Sriwijaya ketika pertunjukan tari Sardundun: Suara dari Atap Rumah dipentaskan oleh Saudanceproject.idn bersama Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah VI.

Musik tradisional berpadu dengan alunan gitar modern, tubuh penari menafsirkan ruang, seolah menghadirkan bisikan leluhur dari atas panggung.

Baca juga :   Astrid Kuya Bantah Rumahnya Dibangun dari Duit DPR, Sebut Jadi Korban Fitnah



Karya tari ke-16 koreografer muda Sonia Anisah Utami ini tidak sekadar suguhan artistik, melainkan refleksi batin masyarakat Semende di tanah tinggi Sumatera Selatan. Bagi mereka, rumah adalah simbol doa, kebersamaan, dan rasa syukur.

“Rumah bagi masyarakat Semende bukan hanya bangunan fisik, tetapi ruang kehidupan. Dari atapnya lahir doa, dari lantainya tumbuh kebersamaan, dan di dindingnya terpatri rasa syukur,” ujar Sonia.

Dalam karya ini, Sonia mengawinkan gerak kuntau, sastra Sardundun, dan musik tradisional Semende dengan sentuhan kontemporer. Pertunjukan menghadirkan pesan spiritual tentang keseimbangan manusia, masyarakat, dan alam, sekaligus kegelisahan jika tradisi leluhur perlahan memudar.

Baca juga :   Polisi Ungkap Motif Pembunuhan di Kertapati Palembang

“Ekspresi ini bukan hanya selebrasi, tapi juga doa. Semoga tradisi Sardundun tetap hidup di hati generasi baru,” tambahnya.

Pertunjukan ini melibatkan banyak seniman lintas bidang. Hasan menata skenografi dengan nuansa rumah Semende, Rio Eka Putra menciptakan komposisi musik yang memadukan tradisi dan modern, sementara Irfan Kurniawan memimpin produksi.

Para penampil Kgs M Rosyid Rouuf, Achmad Iqbal, Sapfiaji, Naufal Zhoriffala Chaniago, Rifaldi, Muhammad Arief Wicaksono, dan Dili Sabari Ramadhan menjadi medium cerita leluhur lewat tubuh mereka. Kehadiran ensambel gitar dari Universitas PGRI Palembang yang dipimpin Silo Siswanto turut memberi warna berbeda.

Baca juga :   Ketua GRIB Jaya Tantang Dedi Mulyadi Bahas Premanisme di Jabar

Pertunjukan ini mendapat dukungan dari berbagai lembaga, termasuk Dewan Kesenian Palembang (DKP), Dewan Kesenian Sumsel (DKSS), Komunitas Seniman Tari (Kasta) Sumsel, Yayasan Lacak Budaya Sriwijaya, Dinas Kebudayaan Palembang, hingga Taman Budaya Sriwijaya.

Perwakilan Kepala BPK Wilayah VI, Dedi Afrianto, menegaskan pentingnya fasilitasi karya seni lintas zaman. “Seni tradisi harus bertahan dan direvitalisasi, sementara seni kekinian juga perlu diberi ruang. ‘Sardundun’ membuktikan keduanya bisa berjalan beriringan,” ujarnya.

Hadir pula Ketua DKP M Nasir, Kabid Kebudayaan Disbudpar Sumsel Agung Saputr, Ketua Kasta Sumsel M. Imansyah, Ketua Satapa Palembang Heri, Ketua Sanggar Dinda Bestari M. Nurdin, serta Ketua Prodi Seni Pertunjukan Universitas PGRI Palembang A. Heriyanto, memberi apresiasi langsung terhadap karya ini.

Baca juga :   Gandeng Jurnalis, Polrestabes Palembang Berbagi 375 Takjil ke Pengguna Jalan

Pertunjukan “Sardundun: Suara dari Atap Rumah” menjadi jembatan lintas generasi menghubungkan tradisi leluhur dengan ekspresi kontemporer. (ril)

Graha Taman Budaya Sriwijaya Ketua DKP M Nasir Sardundun: Suara dari Atap Rumah Tradisi Semende
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleJualan di Trotoar Jalan, Pedagang Kembali Digeruduk Tim Gabungan Satpol PP Empat Lawang
Next Article Air Mata Bahagia Rupi, Kuli Bangunan di Lubuklinggau Dapat Bedah Rumah
alwi

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,013 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,883 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,855 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?