RELUNG.ID — Di kedalaman hutan hujan tropis Taman Nasional Kerinci Seblat, tersembunyi sebuah keajaiban alam yang memukau, yaitu Air Terjun Sri Pengantin.
Dengan ketinggian sekitar 50 meter, air terjun ini menjulang gagah di tengah rimbunnya pepohonan, menciptakan suasana yang menenangkan jiwa dengan suara gemuruh air yang jatuh ke kolam alami di bawahnya.
Air Terjun Sri Pengantin terletak di Dusun III Sri Pengantin, Desa Pasenan, Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Untuk mencapai air terjun ini, pengunjung harus siap menghadapi petualangan yang menantang.
Jalur trekking yang terjal dan licin menanti, namun setiap langkah akan terbayar dengan pemandangan alam yang indah. Pengunjung akan berjalan menyusuri sungai yang jernih, melewati hutan yang rimbun, dan sesekali menjumpai monyet yang lincah berayun dari pohon ke pohon.
Air Terjun Sri Pengantin bukan hanya sekadar air yang jatuh dari ketinggian. Kolam alami di bawahnya menjadi tempat yang sempurna untuk berenang dan menyegarkan diri. Airnya yang jernih dan segar seolah membisikkan cerita tentang hutan yang telah menjaganya selama berabad-abad.
Bagi pecinta fotografi, Air Terjun Sri Pengantin adalah surga. Cahaya matahari yang menembus dedaunan menciptakan efek dramatis pada air terjun, sementara kolam alami di bawahnya memantulkan keindahan alam sekitar.
Meski keindahan air terjun ini perlahan menarik perhatian wisatawan, lokasinya yang terpencil membuatnya tetap menjadi destinasi yang jarang dikunjungi. Untuk mencapai air terjun ini, pengunjung harus menempuh perjalanan menantang sejauh kurang lebih 5 kilometer dari Dusun III Sri Pengantin, melewati hulu Sungai Bal, dan masuk ke perbukitan.
Kendati medan yang dilalui cukup berat, pemandangan flora dan fauna khas Sumatera di sepanjang perjalanan membuat setiap langkah terasa berharga. Udara segar yang bebas polusi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin melarikan diri dari hiruk-pikuk kota.
Air Terjun Sri Pengantin tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga menjadi tempat yang kaya akan keanekaragaman hayati. Taman Nasional Kerinci Seblat sendiri merupakan rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna langka, termasuk harimau dan badak Sumatera. Bagi pecinta alam, tempat ini adalah surga yang penuh dengan momen-momen yang layak diabadikan.
Pengunjung disarankan untuk datang pada musim kemarau, ketika aliran air cukup stabil dan jalur trekking lebih mudah dilalui. Namun, bagi mereka yang mencari petualangan lebih, musim hujan menawarkan pengalaman yang berbeda dengan debit air yang lebih besar dan tantangan trek yang lebih berat.
Jamal, seorang pengunjung asal Palembang, mengaku terkesan dengan keindahan alam yang disuguhkan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Perjalanannya menuju Dusun III Sri Pengantin sangat membekas di ingatannya. Bersama rombongan, ia menaiki perahu ketek selama kurang lebih satu jam menuju dusun, sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi air terjun dengan berjalan kaki selama dua jam.
“Sumpah, untuk menuju ke lokasi ini seru banget naik perahu dan melintasi sungai Bal, ditambah melewati hutan dan mendaki perbukitan, asli seperti anak petualangan,” ujarnya.
Kabid Objek Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Musi Rawas, Widya, mengakui bahwa meskipun jarang dikunjungi wisatawan, Air Terjun Sri Pengantin justru menjadi destinasi favorit para pencinta alam yang mencari petualangan menantang.
“Kebanyakan yang sudah kesana itu para komunitas pecinta alam. Kalau sudah kesana memang terasa sekali dengan keasrian alam yang murni,” pungkasnya.[AYK]

