RELUNG.ID- Sebuah video memperlihatkan aksi menegangkan seorang pria yang menarik-narik tangan polisi lalu lintas dan mengajaknya berkelahi saat hendak ditilang viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di kawasan lampu merah Simpang Fatal, Kecamatan Ilir Timur III, Kota Palembang, pada Senin (26/5/2025) sekitar pukul 14.00–15.00 WIB.
Dalam video berdurasi singkat yang beredar luas, pria berbaju merah marun dan mengenakan helm—namun tidak dipakai saat berkendara tampak emosi saat dihentikan oleh petugas Satlantas Polrestabes Palembang. Ia bahkan berulang kali menarik tangan polisi dan menunjukkan gestur menantang duel.
Aksi tersebut membuat pengguna jalan yang berada di lokasi terkejut. Beberapa di antaranya merekam kejadian itu dan menyebarkannya di media sosial. Tak butuh waktu lama, video itu pun viral dan mengundang ribuan komentar netizen yang mengecam perilaku arogan sang pengendara.
Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Finan Sukma Pradipta, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut tindakan penilangan dilakukan secara prosedural, namun pengendara justru bertindak tidak kooperatif.
“Benar, kejadiannya sekitar pukul dua sampai tiga siang. Pengendara yang berboncengan itu tidak menggunakan helm saat melintas di depan petugas. Saat diarahkan ke pinggir jalan, dia malah marah dan menarik tangan anggota kami,” jelas Finan, Selasa (27/5/2025).
Finan mengatakan, setelah menunjukkan STNK dan diberikan surat tilang, pengendara itu langsung kabur ke arah kawasan Abihasan.
Ia juga menegaskan bahwa tidak terjadi pemukulan atau perkelahian fisik dalam insiden tersebut. Anggota Satlantas tetap profesional dan mengedepankan pendekatan humanis.
“Isu yang menyebutkan ada baku hantam tidak benar. Tidak ada perkelahian. Anggota kami tetap tenang dan mengikuti prosedur,” tegasnya.
Pihak kepolisian mengimbau kepada pria tersebut untuk datang ke Polrestabes Palembang guna menyelesaikan proses penilangan secara tertib.
“Kami imbau agar pengendara tersebut datang dan menyelesaikan prosesnya. Tidak perlu panik, yang penting patuhi aturan. Kami pastikan proses dilakukan secara humanis,” tutup Finan.[YKP]

