RELUNG.ID- Kasus dugaan keracunan yang menimpa sejumlah siswa SDN 178 Palembang menjadi perhatian serius Wali Kota Palembang, Ratu Dewa.
Ia menegaskan pemerintah kota akan segera mengambil langkah preventif, termasuk menghentikan sementara layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Penyedia Pelayanan Gizi (SPPG) bermasalah.
“Kaitan dengan masalah MBG ini, pertama untuk menjadi perhatian yaitu saat ada masalah di sekolah-sekolah oleh beberapa SPPG, maka diberhentikan dulu sementara bagi SPPG yang ada masalah dan ditindaklanjuti dengan evaluasi serta investigasi oleh pihak berwenang maupun terkait lainnya,” kata Ratu Dewa di Lawang Jabo Command Center, Senin (29/9/2025).
Menurutnya, arahan ini sejalan dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menko PMK yang menuntut pemerintah daerah memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG.
Untuk itu, Pemkot Palembang diminta memeriksa secara teliti seluruh fasilitas pendukung MBG, termasuk 98 dapur MBG yang tersebar di berbagai lokasi.
“SPPG diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLAS) dari Dinas Kesehatan. Selain itu, puskesmas dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) harus diberdayakan di sekolah maupun lokasi distribusi,” ujarnya.
Ratu Dewa juga memerintahkan Sekretaris Daerah Palembang selaku Ketua Satgas MBG untuk menggelar rapat koordinasi darurat bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta seluruh stakeholder terkait.
“Kalau tidak besok, hari Rabu saya sudah minta rapat. Sehingga ada percepatan kaitan dengan masalah pengawasan dan distribusi makan bergizi gratis ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah penghentian sementara layanan MBG bermasalah bertujuan menjaga integritas program sekaligus melindungi kesehatan siswa, sembari menunggu hasil investigasi aparat penegak hukum. Hingga kini, kondisi siswa yang terdampak dilaporkan stabil.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Affan Prapanca, menegaskan program MBG tetap merupakan program yang baik.
“Bagaimana kepedulian bapak presiden diturunkan ke provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka memberikan asupan tambahan gizi bagi anak-anak kita yang bersekolah. Tentu ini program yang sangat baik,” katanya.[DSK]

