RELUNG.ID – Curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Kecamatan Sungai Keruh membuat kondisi jalan penghubung Sungai Keruh–Jirak Jaya kian memprihatinkan.
Sejumlah titik mengalami kerusakan akibat tergerus cuaca ekstrem, sehingga akses masyarakat nyaris terputus.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat melakukan monitoring dan penanganan darurat di lapangan.
Ruas jalan yang ditinjau melintasi Desa Kertayu, Desa Sukalali, hingga Desa Pagar Kaya.
Camat Sungai Keruh, Hendri menegaskan, bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, terutama pada akses vital yang menunjang aktivitas sehari-hari.
“Monitoring ini tidak sekadar melihat kondisi, tetapi memastikan penanganan yang dilakukan benar-benar tepat dan berdampak langsung bagi masyarakat. Jalan ini sangat penting bagi ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan warga,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa berbagai aspirasi masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial, menjadi perhatian serius pemerintah.
Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet menyampaikan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen melakukan perbaikan secara bertahap, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
“Kami memahami jalan ini adalah kebutuhan utama masyarakat. Penanganan darurat terus dilakukan agar akses tetap bisa dilalui. Ini merupakan tanggung jawab kami dalam menjaga pelayanan dasar,” tegasnya.
Menurutnya, perbaikan tersebut tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga menjaga kelangsungan aktivitas masyarakat agar tetap berjalan normal.
“Kami ingin masyarakat tetap bisa beraktivitas, anak-anak dapat bersekolah, distribusi hasil kebun lancar, dan pelayanan publik tidak terganggu,” pungkasnya. (DSK)

