RELUNG.ID – Aktivitas vulkanik Gunung Dempo mengalami peningkatan sejak beberapa hari terakhir. Terbaru, pada Rabu 13 Agustus sebagian dinding kawah mengalami longsor.
Meningkatnya aktivitas vulkanik ini dibenarkan oleh Kepala Kantor Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IX Dempo, Heeri Mulyono, Kamis (14/8/2025).
Dia mengatakan, pihaknya terus memonitor informasi kondisi terbaru aktivitas vulkanik yang ada bersumber dari data pos pemantau Kantor Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pagar Alam.
“Terkait update komdisi aktiffitas vukcanis gunung api Dempo kami terus berkoordinasi dengan petugas pos pemantau dan hingga saat ini informasi yang kami terima kondisi gunung api Dempo masih berada pada level dua waspada,”kata dia saat di konfirmasi Kamis (14/8)
Meski berada di level dua waspada, pihaknya belum berencana untuk menutup jalur pendakian ke Gunung Api Dempo dengan pertimbangan saran dari pos pemantau bahwa larangan akfifitas berada oada radius 1 kilometer dari bibir kawah.
“Koordinasi juga terus kami lakukan demgan badan registrasi Gunung Dempo tentang data aktifitas pendakian dan hingga saat animo masyarakat untuk pendakian dan perkemahan ke puncak Dempo masih relatif tinggi, namun demikian kami tetap memperhatikan dinamika yang mungkin terjadi dan jika terus mengkawatirkan akan di ambil langkah penutupan,” terangnya.
Sementara itu ketua Badan Registrasi Gunung Dempo (Brigade) Arizon menyebut seperti tahun-tahun sebelumnya di prediksi bakal ada ratusan calon pendaki lokal maupun luar daerah yang berencana berkemah di kawasan puncak Dempo pada moment Hut RI mendatang.
Terkait kondisi aktifitas vulkanis kawah Dempo yang menunjukkan peningkatan beberapa wakru belakangan kata Arizon pihaknya akan terus mengupdate informasi serta berkoordinasi lintas lembaga untuk menentukan arah kebijakan tentang akrifitas pendakian dan perkemahan kedepan.
“Untuk memutuskan tetap nembuka atau menutup jalur pendakian itu bukan kewenangan Brigade tetapi pada KPH dan kepala daerah namun hingga saat ini kami tetap optimis kondisi Dempo tidak akan terlalu mengkawatrikan sehingga kunjungan wisatawan baik yang akan mendaki atau hanya sekedar berkunjung di kebun teh tidak akan terganggu,” pungkasnya. (TFK)

