RELUNG.ID – Seorang jemaah haji asal Palembang, Solihin mengalami sesak napas saat menjalani prosesi mabit atau bermalam di Mina.
Beruntung, jemaah haji kloter 14 Embarkasi Palembang tersebut berhasil diselamatkan oleh petugas haji.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 8 Juni 2025, sekitar pukul 01.30 waktu Arab Saudi di Tenda Mina Maktab 70.
Ketua Regu 1 menemukan Solihin dalam kondisi mengalami kesulitan bernapas (dispnea). Saat hendak melaporkan kejadian tersebut ke petugas kesehatan kloter, Ketua Regu 1 bertemu dengan dokter jaga asal Arab Saudi yang segera memberikan penanganan awal.
Bersama tim pendukung kesehatan, dokter tersebut kemudian membawa Solihin ke rumah sakit terdekat.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumsel, Arkan Nurwahidin, mengapresiasi kesigapan para petugas.
“Upaya cepat dan koordinasi lintas tim, mulai dari tenaga kesehatan, tim perlindungan jemaah (Linjam), hingga Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), telah membuahkan hasil positif. Terima kasih atas kerja kerasnya. Keselamatan dan kesehatan jemaah memang menjadi prioritas kita,” ujarnya, Kamis (12/6/2025).
Ketua Kloter 14 Embarkasi Palembang, Salman Karomi, menjelaskan bahwa sehari setelah insiden tersebut, petugas kloter tetap fokus mengawal pergerakan jemaah dalam proses nafar tsani dari Mina ke Hotel Abraj Al Misk Tower 709 di wilayah Syari’ Mansur.
“Hasil koordinasi dengan Linjam menunjukkan bahwa Pak Solihin sedang dirawat di Rumah Sakit al-Noor, Tenggara Mekkah. Namun saat kami datangi pada 10 Juni, beliau ternyata sudah dirujuk ke KKHI di kawasan Aziziah,” kata Salman.
Setiba di KKHI Aziziah, tim kloter mendapati kondisi Solihin sudah membaik. Ia sadar, stabil, dan dalam pengawasan tenaga medis.
Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, Solihin dinyatakan sehat dan diperbolehkan kembali ke hotel.
“Dengan ambulans KKHI, kami mengantar beliau ke Hotel Abraj Al Misk Tower 709 untuk menjalani pemantauan lebih lanjut hingga benar-benar pulih sebelum melanjutkan rangkaian ibadah selanjutnya,” tambah Salman.
“Tim kloter mengimbau seluruh jemaah dan petugas agar terus menjaga kesehatan, terutama pada fase pasca-wukuf yang dikenal cukup menguras stamina,” pungkasnya. (LWM)

