RELUNG.ID – Prospek Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah subsidi atau komersil diprediksi akan lebih baik di tahun 2025 ini.
Karena itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai pemain utama pembiayaan rumah ini optimis mampu mencapai target pembiayaan hingga akhir tahun mendatang.
Hal ini terlihat dari banyaknya nasabah yang sudah melakukan akad kredit di awal tahun untuk rumah subsidi. Demikian diakui oleh Area Manager BSI Palembang, Fahmi, Kamis (16/1).
Dia mengatakan, saat ini banyak pemain pembiayaan terutama di sektor rumah subsidi maupun non subsidi. Namun, dia mengklaim BSI memiliki keunggulan dalam sisi proses pembiayaan.
“Proses pembiayaan kita lebih cepat dan tidak ribet,” katanya.
Di BSI Griya, pihaknya menawarkan pembiayaan untuk rumah baru take over dan pembiayaan rumah seken atau pembiayaan multiguna dan mengunakan akad secara syariah dengan biaya flet selama akad kredit.
Selain itu biaya akad bisa dicicil berbarengan dengan biaya kredit, misalnya biaya akad Rp50 juta bisa dicicil selama 5 tahun, dan bisa dibayar bersamaan dengan biaya kredit secara bersama.
“Bila yang lain cicilan hanya sampai 20 tahun, maka disini cicilan bisa sampai 30 tahun,” terangnya.
Meski melalui proses yang sama dengan pembiayaan rumah lainya, tapi di Griya BSI ini proses yang digunakan tidak memakan waktu lama, nasabah sudah bisa akad kredit.
Untuk nasabah yang take over, mereka juga dapat langsung pindah pembiayaannya ke BSI dan seluruh biaya take over akan dibiayai terlebih dahulu oleh BSI.
“Setelah itu, nantinya baru dihitung dalam proses kreditnya,” terangnya.
Di tahun ini Palembang mendapatkan alokasi pembiayaan rumah bersubsidi sebanyak 580 unit rumah dari total pembiayaan FLPP secara nasional 1.860 unit rumah.
Sedangkan, untuk rumah komersil, tahun ini alokasi pembiayaan untuk palembang yaitu sebesar Rp87 miliar dan diharapkan bisa tumbuh Rp 200 miliar untuk tahun 2025 ini.
Bagi nasabah yang ingin memiliki rumah bisa langsung melakukan akad lewat griya BSI, karena tahun ini BSI memberikan program menarik.
Setiap nasabah yang melakukan akad pembiayaan rumah komersil akan mendapatkan hadiah satu kursi haji tanpa diundi.
“Kami berharap tahun ini untuk pembiayaan rumah FLPP bisa tumbuh Rp130 miliar atau hampir 1.160 unit rumah,” pungkasnya. (CKM)

