RELUNG.ID — Kementerian Pertanian (Kementan) mengumumkan bahwa alokasi pupuk bersubsidi tahun 2025 telah ditetapkan sebesar 9,5 juta ton dan akan tersedia bagi petani mulai 1 Januari 2025.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa seluruh persiapan distribusi pupuk telah selesai, termasuk penerbitan Surat Keputusan (SK) alokasi di daerah.
“Alokasi pupuk subsidi 2025 mencapai 9,5 juta ton, dan bisa ditebus langsung mulai 1 Januari. SK alokasi di daerah sudah terbit,” ujar Mentan Amran, Minggu (29/12/2024).
Amran menegaskan bahwa petani tidak boleh dipersulit dalam mengakses pupuk maupun sarana-prasarana pertanian lainnya. Kementan telah menyederhanakan regulasi pendistribusian pupuk guna memastikan tepat sasaran dan memudahkan petani.
“Aturan pupuk sudah kami tanda tangani, jadi mulai 1 Januari 2025 petani sudah bisa langsung menggunakannya. Intinya petani tidak boleh dipersulit,” tambahnya.
Sebagai bagian dari komitmen mempercepat distribusi pupuk, Kementan telah memangkas 145 regulasi terkait sarana-prasarana pertanian, termasuk pupuk bersubsidi. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan memastikan seluruh petani yang berhak dapat mengakses pupuk tanpa hambatan.
Mentan Amran juga membantah isu kekurangan pupuk bersubsidi yang disuarakan beberapa daerah, seperti Kabupaten Jombang. Menurutnya, dengan alokasi besar dan penyederhanaan regulasi, Kementan memastikan kebutuhan pupuk petani akan terpenuhi.
“Alokasi pupuk sudah cukup besar dan tersedia mulai awal tahun. Tidak perlu ada keluhan kekurangan, karena pendistribusiannya sudah dipersiapkan dengan baik,” tegas Amran.
Selain pupuk, Kementan juga berkomitmen menyediakan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendukung produktivitas petani. Langkah ini sejalan dengan visi Kementan untuk memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi nasional.
Dengan kesiapan pupuk bersubsidi ini, diharapkan produktivitas petani dapat meningkat, sekaligus mendukung target swasembada pangan di tahun 2025.[TRA]

