RELUNG.ID – Pemerita Kota (Pemkot) Palembang mulai menggeser fokus kebijakan kepegawaian dengan memprioritaskan keberlangsungan pegawai yang sudah ada, dibanding membuka rekrutmen baru Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2026.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengungkapkan opsi tidak dibukanya seleksi CASN muncul sebagai langkah antisipasi terhadap kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, khususnya pada belanja pegawai.
“Infonya daerah terkena pemangkasan hingga 30 persen. Kalau ini benar, kemungkinan besar kita tidak buka rekrutmen CASN tahun ini,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Menurut Dewa, keputusan tersebut bukan semata soal penghematan, melainkan upaya menjaga stabilitas tenaga kerja yang sudah ada di lingkungan Pemkot Palembang. Saat ini, terdapat sekitar 12 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang baru dilantik pada akhir 2025 hingga awal 2026.
Ia menilai, membuka rekrutmen baru justru berpotensi membebani anggaran dan berisiko terhadap keberlangsungan pegawai yang sudah bekerja.
“Kita harus realistis. Jangan sampai rekrutmen baru justru berdampak pada pegawai yang sudah ada, apalagi jumlah PPPK kita cukup besar,” katanya.
Karena itu, Pemkot Palembang akan memberikan penekanan khusus kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk mengkaji secara matang kebutuhan formasi dan kemampuan anggaran.
Langkah ini diambil di tengah kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang tetap membuka peluang pengusulan formasi CASN 2026 melalui sistem e-Formasi hingga 31 Maret 2026.[THQ]

