RELUNG.ID — Proses pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sumatera Selatan (Sumsel) menelan anggaran sebesar Rp 190,1 miliar. Dana hibah tersebut dialokasikan untuk TNI sebesar Rp 54,439 miliar, sedangkan untuk Polri mencapai Rp 135,714 miliar.
Penjabat Gubernur Sumsel, Agus Fatoni, menyatakan bahwa Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk pengamanan Pilkada di Sumsel telah dilakukan.
“Anggaran tersebut diperuntukkan bagi kegiatan pengamanan, dengan alokasi Rp 20 miliar untuk TNI dan Rp 51,3 miliar untuk Polri, ” kata dia.
Pelaksanaan NPHD untuk pengamanan dilakukan serentak di seluruh Sumsel, dengan partisipasi bupati/wali kota. Agus Fatoni mengimbau semua pihak untuk menjaga iklim kondusif dan menghindari konflik saat Pilkada berlangsung.
“Ini penting Pilkada berjalan dengan aman, damai, dan tanpa masalah penyelenggaraan seperti pada pemilu sebelumnya, ” kata dia.
Dalam menghadapi tantangan demografi Sumsel yang kompleks, koordinasi antara penyelenggara, pengawas, dan pihak keamanan sangat diperlukan untuk memitigasi permasalahan yang mungkin timbul. [RG]

