RELUNG.ID- Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Okdi Priantoro, mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk memberikan perhatian serius terhadap dua persoalan krusial yang kian meresahkan warga lonjakan volume sampah pasca-Idulfitri dan semrawutnya kabel udara di sejumlah ruas jalan utama.
Menurut Andreas, kedua masalah ini tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga mencerminkan lemahnya tata kelola lingkungan dan infrastruktur perkotaan.
“Dalam beberapa hari terakhir, produksi sampah meningkat hingga 50 persen. Namun armada pengangkut yang ada belum mampu mengimbangi lonjakan tersebut. Ini menunjukkan perlunya sistem pengelolaan sampah yang lebih siap dan matang,” kata Andreas, Senin (7/4/2025).
Ia menilai penanganan sampah tidak bisa bersifat reaktif dan sementara, melainkan membutuhkan reformasi menyeluruh dari hulu ke hilir.
“Bukan hanya menambah armada atau membersihkan titik tertentu, tapi harus dibangun sistem pengelolaan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Di sisi lain, Andreas juga menyoroti persoalan kabel udara milik penyedia layanan telekomunikasi yang semrawut dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kabel-kabel yang menjuntai rendah, kata dia, bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga menjadi ancaman fisik.
“Sudah ada pengendara yang hampir celaka karena tersangkut kabel. Ini persoalan serius dan butuh penataan segera,” ungkapnya.
Andreas mendorong lahirnya regulasi yang lebih tegas, termasuk melalui Peraturan Daerah (Perda), untuk mengatur tata kelola kabel udara dan ruang publik secara profesional.
“Kami di DPRD siap menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan. Kota ini harus dikelola dengan pendekatan yang berpihak pada keselamatan dan kenyamanan warga,” katanya.
Ia juga menilai akar persoalan ini terletak pada lemahnya koordinasi antarinstansi dan minimnya penegakan aturan. Untuk itu, ia mendorong Pemerintah Kota Palembang memperkuat sinergi lintas sektor guna menciptakan tata kota yang lebih tertib dan layak huni.
“Penataan kota bukan hanya memperindah tampilan, tapi juga menyangkut kualitas hidup. Kami siap mendukung dari sisi regulasi dan anggaran, asalkan ada keseriusan bersama,” ucapnya.
Andreas menegaskan, penataan kabel udara juga merupakan bagian dari menciptakan iklim usaha yang sehat dan wajah kota yang modern.
“Ini bukan hanya soal kabel atau sampah, tapi tentang bagaimana kita bersama-sama membentuk kota yang mencerminkan peradaban. Palembang harus jadi kota yang tertib, aman, dan berwawasan lingkungan,” tutupnya. [DSK]

