RELUNG.ID– Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menilai kondisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih berjalan baik. Hal tersebut disampaikan Jokowi kepada Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi.
Budi Arie mengungkapkan hal tersebut saat tampil dalam program Rakyat Bersuara bertajuk “Di Balik Demo Agustus 2026” di iNews, Selasa (1/9/2026).
Menurut Budi, Jokowi menilai kondisi pemerintahan Prabowo masih baik karena situasi ekonomi nasional relatif terjaga.
“Pak Jokowi sampaikan bahwa keadaan masih baik-baik saja,” ujar Budi Arie.
Budi mengatakan, Jokowi juga menyoroti kemampuan pemerintah dalam menjaga angka inflasi. Menurut Jokowi, kondisi ekonomi yang baik menjadi salah satu indikator bahwa pemerintahan Prabowo masih berada dalam kondisi yang terkendali.
“Bahwa ada persoalan di masyarakat itu yang kita sikapi dengan baik,” kata Budi mengungkap respons Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Arie juga menegaskan bahwa pandangan yang sebelumnya ia sampaikan terkait kemungkinan terjadinya “percepatan sejarah” dalam dinamika politik nasional merupakan analisis pribadinya.
Ia memastikan pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan sikap maupun pendapat Jokowi.
“Saya ingin katakan, sikap saya ini kan tidak ada hubungannya dengan pendapat pribadi atau sikap Pak Jokowi,” ujar Budi.
Budi menilai perbedaan pandangan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar. Ia juga menegaskan dirinya masih menjadi bagian yang mendukung pemerintahan Presiden Prabowo.
“Karena itu saya berpendapat setiap perbedaan itu harus kita rayakan, karena demokrasi itu merayakan perbedaan dan nggak usah terlalu over action,” katanya.
Sebelumnya, Budi Arie sempat menyampaikan analisis mengenai kemungkinan terjadinya akselerasi atau “percepatan sejarah” dalam politik nasional sebelum Pemilu 2029.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi ketika berada di samping Jokowi dan kemudian direkam dalam sebuah video yang viral di media sosial.
Dalam video itu, Budi mengaku melihat kemungkinan dinamika politik nasional bergerak lebih cepat dari skenario pemilu lima tahunan. Ia pun mengajak para relawan untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan.
“Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi. ‘Pak kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?’ Apakah kita mau? Belum tentu kita mau, kita masih ngomong Pemilu 2029, Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?” kata Budi Arie.
Budi kemudian menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan pandangan dan analisis pribadinya, bukan arahan maupun sikap dari Jokowi.[YKP]

