RELUNG.ID – Angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penurunan berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel.
Berdasarkan laporan BPS, angka kemiskinan di Sumsel berkurang sebanyak 96,8 ribu orang, turun dari 11,78 persen pada tahun 2023 menjadi 10,51 persen pada tahun 2024.
Penurunan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan yang dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, S.H., M.S.E., di Griya Agung Palembang pada Senin (3/2/2025).
Elen Setiadi mengungkapkan rasa optimisme dan keyakinannya bahwa sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumsel, Kabupaten/Kota, dan pihak swasta dapat mempercepat penurunan angka kemiskinan di wilayah ini.
Dia juga menargetkan angka kemiskinan di Sumsel bisa mencapai angka yang setara dengan angka kemiskinan nasional, yang saat ini berada pada kisaran 9,22 persen.
“Penurunan angka kemiskinan ini adalah bukti dari kerja keras kita bersama. Kami optimis bahwa melalui kolaborasi yang lebih kuat, angka kemiskinan di Sumsel akan terus menurun, bahkan bisa setara dengan angka kemiskinan nasional. Untuk itu, kita akan terus berupaya dengan mengendalikan harga kebutuhan pokok, memberikan bantuan sosial, dan menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Elen.
Elen juga menekankan empat poin penting dalam pengentasan kemiskinan, yaitu data yang akurat, aksi yang nyata, waktu yang tepat, dan sasaran yang jelas. Menurutnya, kebersamaan dan fokus pada empat hal tersebut adalah kunci keberhasilan dalam mengurangi kemiskinan.
Sementara itu, Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, mengungkapkan bahwa data kemiskinan di Sumsel diperoleh melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), yang dilakukan dua kali setiap tahun, pada periode Maret dan September.
Wahyu menambahkan akurasi data sangat bergantung pada sinergi yang baik antara Pemerintah Daerah dan BPS Kabupaten/Kota dalam mengumpulkan data di lapangan.
“Kita akan memastikan data yang kami kumpulkan bisa digunakan untuk kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam mengentaskan kemiskinan di Sumsel,” tutup Wahyu. (DSK)

