RELUNG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mulai mengambil langkah antisipasi untuk menghadapi potensi banjir yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah bantuan, termasuk pembangunan dapur umum dan tenda pengungsian di lokasi-lokasi terdampak jika banjir terjadi.
“Camat, lurah, dan OPD terkait akan memantau lokasi-lokasi yang terdampak, bekerja sama dengan badan penanggulangan banjir Palembang,” kata Ratu Dewa, Sabtu (15/3/2025).
Meski saat ini kondisi Palembang belum berada dalam situasi banjir yang melumpuhkan, Dewa memastikan bahwa segala bentuk bantuan akan siap ketika diperlukan. Ia juga meminta Dinas Penanggulangan Bencana untuk memastikan ketersediaan perahu karet, tenda pengungsian, dan dapur umum.
“Saat banjir terjadi, semuanya harus siap. Untuk itu, kami meminta Dinas Kominfo aktif dalam edukasi dan sosialisasi hingga tingkat RT agar masyarakat lebih waspada,” jelasnya.
Tahap awal persiapan bantuan melibatkan edukasi warga mengenai mitigasi bencana, yang dilakukan dengan menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran sebagai pihak penyelamat.
Menurut informasi dari BMKG Sumatera Selatan, Palembang diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan. Kepala Unit Data dan Informasi BMKG SMB II Palembang, Sinta Andayani, menyebut curah hujan di wilayah ini berpotensi mencapai kategori tinggi, yakni antara 150-300 mm.
“Peluang terjadinya curah hujan tinggi lebih dari 50 persen. Ini menandakan adanya potensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai,” ujar Sinta.
Untuk meningkatkan kewaspadaan, Pemkot Palembang berencana mengaktifkan kembali sirine peringatan bencana banjir yang sebelumnya digunakan pada tahun 90-an. Sirine tersebut akan dipasang di Kantor Wali Kota di Jalan Merdeka sebagai penanda bagi masyarakat untuk bersiap menghadapi potensi banjir.
“Kerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran akan memastikan suara sirine ini dapat terdengar luas sebagai peringatan dini, terutama saat hujan deras yang berpotensi menimbulkan banjir,” tambah Dewa.
Langkah-langkah antisipasi ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Palembang untuk melindungi warganya dari dampak buruk bencana banjir yang kerap melanda kota, terutama di musim penghujan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah terkait kondisi cuaca dan potensi bencana.

