Gubernur Sumsel Herman Deru, memastikan pembangunan Tol Palembang-Betung yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) tetap berjalan meski tengah dalam proses transisi pengerjaan dari PT Waskita Sriwijaya Tol ke PT Hutama Karya. Ia berharap proyek strategis ini segera berfungsi untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di Jalan Lintas Sumatra, terutama menjelang Lebaran Idul Fitri 1446 H.
“Awalnya, tol ini ditargetkan selesai pada Oktober 2023. Namun, karena adanya transisi, tentu ada pergeseran waktu penyelesaian. Meski begitu, saya pastikan proyek ini tidak mandek, karena masyarakat sangat membutuhkan kehadiran tol ini,” ungkap Herman Deru, Sabtu (15/3/2025).
Herman Deru menegaskan pentingnya langkah antisipasi menghadapi lonjakan kendaraan saat arus mudik Lebaran. Ia telah meminta Dinas Perhubungan Sumsel dan kepolisian untuk berkoordinasi dengan PT Hutama Karya guna memastikan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran lalu lintas. Salah satu rencana yang sedang dikaji adalah membuka tol Palembang-Betung secara fungsional sementara.
“Jika ada kemacetan, alternatif jalur seperti Danau Tanah Mas juga sudah disiapkan agar arus mudik tetap lancar,” ujarnya.
Proyek Tol Palembang-Betung menjadi harapan besar bagi masyarakat Sumsel untuk mengatasi masalah kemacetan yang selama ini terjadi di Jalan Lintas Sumatra. Dengan percepatan dan koordinasi yang baik, diharapkan tol ini segera memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Kami optimistis dengan kemajuan yang ada. Semua pihak terus bekerja sama untuk memastikan proyek ini selesai sesuai target,” tutup Herman Deru.
Direktur Operasi III PT Hutama Karya, Koentjoro, menyampaikan bahwa pembangunan tol yang melintasi Palembang, Ogan Ilir, dan Banyuasin masih terkendala penerbitan Penetapan Lokasi (Penlok) baru. Penlok sebelumnya telah habis masa berlakunya, sehingga perlu diperbarui untuk menyelesaikan sisa pembebasan lahan.
“Pendanaan sudah siap, dan pembebasan lahan tinggal sedikit lagi. Tol Palembang-Betung ini ditargetkan selesai pada April 2026, termasuk pengoperasiannya yang menunggu Keputusan Menteri,” kata Koentjoro.[THQ]

