RELUNG.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim penghujan untuk menjamin perjalanan kereta tetap aman.
Fokus utama pengamanan dilakukan pada 32 titik rawan longsor dan amblas yang tersebar di sejumlah jalur di Sumatera Selatan.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan kontur tanah di beberapa petak jalan rawan bergerak saat curah hujan tinggi. Karena itu, jajaran prasarana rel dan jembatan melakukan serangkaian mitigasi sejak dini.
“Daerah-daerah tersebut sudah kita petakan sebagai daerah rawan longsor dan amblas, sehingga perlu diwaspadai saat musim hujan,” kata Aida, Minggu (14/9).
Titik rawan itu meliputi jalur Prabumulih Baru–Penimur, Niru–Belimbing Pendopo, Belimbing Pendopo–Gunung Megang, Penanggiran–Ujanmas, Ujanmas–Muara Gula, Muara Enim–Muara Lawai, Merapi–Sukacinta, Lahat–Bunga Mas, Bunga Mas–Saung Naga, Saung Naga–Tebing Tinggi, hingga Kota Padang–Lubuk Linggau.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan, KAI menyiapkan berbagai peralatan siaga, mulai dari KA ukur, troli pemetaan jalur, hingga pemeriksaan rutin jalan kaki oleh Petugas Periksa Jalan (PPJ). Di titik rawan, ditambah petugas ekstra yang berjaga 24 jam.
Selain itu, KAI menempatkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) berisi rel cadangan, karung pasir, batu kricak, bantalan beton, dan kayu. Alat berat seperti excavator, MTT (Multi Tie Tamper), hingga dinding penahan tanah (DPT) berbentuk bronjong juga dipasang untuk memperkuat jalur.
Tak hanya itu, KAI juga menyiagakan peralatan teknis seperti dongkrak, alat potong rel, pelat sambung, penambat rel, dan Hand Tie Tamper (HTT) untuk menjaga kestabilan jalur. Peralatan darurat berupa tenda pleton, chainsaw, hingga H-beam untuk perbaikan jembatan sementara juga ditempatkan di lokasi strategis.
“Kami berkomitmen menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan dengan langkah preventif konsisten. Seluruh unit operasional KAI akan bersiaga penuh selama musim penghujan berlangsung,” tegas Aida. (KPB)

