Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Arti dan Sejarah Tradisi Mudik Lebaran di Indonesia: Antara Budaya dan Kebersamaan
Lifestyle

Arti dan Sejarah Tradisi Mudik Lebaran di Indonesia: Antara Budaya dan Kebersamaan

alwiBy alwi25/03/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Tradisi mudik Lebaran telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Mudik, yang identik dengan pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga, bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan simbol kerinduan dan identitas budaya para perantau.

Baca juga :   Kedatangan Pemudik di Pagar Alam Meningkat, Diprediksi Capai 23 Ribu Orang

Dalam jurnal Makna Hidup di Balik Tradisi Mudik Lebaran oleh Muskinul Fuad, dijelaskan bahwa kata “mudik” berasal dari kata ‘udik’ yang berarti kampung.

Dikutip dari detik, secara harfiah, mudik berarti pulang ke kampung halaman. Menurut Prof Heddy Shri Ahimsa Putra, seorang antropolog dari Universitas Gadjah Mada, istilah tersebut juga memiliki makna hulu atau ujung.

Konteks sejarahnya terkait dengan masyarakat Melayu yang dahulu bepergian ke hilir sungai dan kembali ke udik saat sore hari, sehingga tradisi pulang kampung ini pun melekat hingga saat ini.

Baca juga :   Waspada! Ini 8 Gejala Kanker Anus

Tradisi mudik Lebaran telah ada sejak zaman dahulu kala. Menurut Kementerian Perhubungan, istilah mudik mulai dikenal secara luas sejak era 1970-an, ketika banyak masyarakat merantau ke Jakarta untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Para perantau yang bekerja di sektor pemerintahan, swasta, atau berwirausaha, memanfaatkan momen libur Lebaran untuk kembali ke kampung halaman mereka.

Sejarah panjang mudik bahkan telah ada jauh sebelum era modern, di mana transportasi dilakukan dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan tradisional seperti kuda.

Baca juga :   Udang Bagus untuk Kesehatan Ibu Hamil

Seiring perkembangan zaman, moda transportasi yang semakin modern mulai merambah, dari mobil, bus, kereta api, kapal, hingga pesawat terbang. Kini, perjalanan mudik semakin dipermudah dengan adanya jaringan jalan tol yang mempersingkat waktu tempuh.

Mudik tidak hanya sekadar ritual pulang kampung, melainkan memiliki sejumlah fungsi penting, antara lain: Silaturahmi untuk mempererat hubungan dengan orang tua, kerabat, dan tetangga.

Kedua, mengingat asal usul untuk menjadi pengingat bagi para perantau tentang kampung halaman dan akar budaya mereka.

Baca juga :   Arie Kriting Bicara Soal Etika, Ibunda Indah Permatasari: Ngaca Dong!

Ketiga berbagi rezeki untuk kesempatan untuk mendistribusikan hasil kerja keras di perantauan kepada saudara di kampung.

Serta, keempat terapi psikologis untuk liburan dan berkumpul bersama keluarga memberikan efek positif bagi kesehatan mental dan emosional.

Dalam konteks modern, mudik telah berkembang menjadi suatu kewajiban sosial bagi para perantau yang hendak merayakan Idul Fitri atau hari besar lainnya.

Tradisi ini tidak hanya memperkuat ikatan keluarga, tetapi juga menjadi momentum untuk berbagi dan menyebarkan kebaikan di tengah masyarakat. (LWM)

Lebaran Idulfitri 1445 H Mudik
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTurun Rp6 Ribu, Harga Emas Antam Jadi Rp1.759.000 Per Gram
Next Article Vivo Vision: Headset Realitas Campuran Diluncurkan untuk Asia
alwi

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,961 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,830 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,803 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?