RELUNG.ID – Dalam ajang prestisius Boao Forum for Asia, vivo meluncurkan vivo Vision, headset mixed reality (MR) terbaru yang menandai langkah perusahaan dalam memperkuat kemampuan komputasi spasial waktu nyata untuk aplikasi masa depan, termasuk di bidang robotika konsumen.
Headset inovatif ini diperkenalkan melalui stan vivo dan diharapkan akan resmi hadir dalam bentuk prototipe pada pertengahan tahun 2025.
Dalam sesi “vivo Release Moment” yang digelar hari ini, Hu Baishan, Executive VP dan COO vivo, menyatakan bahwa industri ponsel merupakan “mikrokosmos” dari inovasi teknologi Tiongkok.
Ia menambahkan bahwa vivo telah mempertahankan posisinya sebagai merek ponsel domestik nomor satu selama empat tahun terakhir, melayani lebih dari 500 juta pengguna di 60 negara.
Peluncuran vivo Vision merupakan bagian dari strategi vivo untuk mengintegrasikan pengetahuan yang dikumpulkan melalui teknologi MR dengan Blue Technology Matrix vivo seperangkat model AI yang mencakup BlueImage, BlueLM, BlueOS, BlueChip, dan BlueVolt.
Integrasi ini diharapkan dapat membawa teknologi canggih dari laboratorium ke kehidupan sehari-hari pengguna.
Selain vivo Vision, acara ini juga menampilkan inovasi lainnya, seperti kemajuan teknologi 6G dan peluncuran smartphone X200 Ultra yang akan datang.
Vivo juga mengumumkan pendirian Laboratorium Robotika, sebuah inisiatif strategis untuk mengembangkan “otak” dan “mata” robot dengan memanfaatkan keahlian dalam AI LLM, pencitraan, dan komputasi spasial.
Forum Boao untuk Asia, yang kerap disebut “Davos Asia”, menjadi panggung bagi para pemimpin dari pemerintah, bisnis, dan akademisi untuk mendiskusikan isu-isu paling mendesak di kawasan. (LWM)

