RELUNG.ID — Arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Sumatera Selatan mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Polda Sumatera Selatan mencatat lebih dari 270 ribu pergerakan penumpang dalam satu hari, menandai fase krusial setelah puncak arus mudik.
Lonjakan ini terlihat merata di berbagai moda transportasi, mulai dari bandara, stasiun, terminal hingga jalur penyeberangan. Pola perjalanan pun mulai berubah, dari dominasi arus keluar menjadi pergerakan dua arah yang semakin seimbang.
Indikasi kuat arus balik juga tercermin dari data lalu lintas tol. Di ruas Tol Betung-Jambi, volume kendaraan keluar tercatat lebih tinggi dibandingkan yang masuk—menjadi sinyal bahwa gelombang pemudik kembali ke kota asal mulai terjadi.
Sementara itu, Tol Palembang-Indralaya masih menjadi jalur dengan lalu lintas terpadat, disusul Tol Terpeka dan Tol Kapal Betung yang menunjukkan pergerakan kendaraan fluktuatif.
Karo Ops Polda Sumsel, Kombes M Anis Prasetio Santoso, menyebut pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi lonjakan dalam beberapa hari ke depan. Salah satunya melalui rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional.
“Arus balik sudah mulai terasa. Kami siapkan strategi untuk memastikan kelancaran, termasuk pengaturan lalu lintas sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.
Senada, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa pengamanan arus balik menjadi prioritas yang tidak kalah penting dibanding arus mudik.
“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Kami siaga penuh agar perjalanan kembali berlangsung aman,” katanya.
Di tengah peningkatan mobilitas ini, masyarakat diimbau lebih waspada dalam merencanakan perjalanan. Pengemudi diminta memastikan kondisi fisik tetap prima, tidak memaksakan diri saat lelah, serta memanfaatkan rest area dan pos pelayanan yang tersedia.
Polisi juga mengingatkan pentingnya memantau informasi lalu lintas terkini. Jika mengalami kendala di perjalanan, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat Polri melalui nomor 110 yang tersedia selama 24 jam.[THQ]

