RELUNG.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengejutkan dunia dengan kebijakan terbarunya terkait PBB. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Gedung Putih pada Selasa (4/2/2025), Trump mengumumkan bahwa AS akan sepenuhnya menarik diri dari Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB.
Pengumuman ini dilakukan di hari yang sama saat Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Langkah ini sejalan dengan kebijakan AS sebelumnya yang menuduh Dewan HAM PBB bersikap bias terhadap Israel. Trump juga menginstruksikan peninjauan kembali keterlibatan AS dalam Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) serta mempertimbangkan pemangkasan dana yang diberikan kepada PBB.
Trump menegaskan bahwa PBB gagal memenuhi potensinya sebagai organisasi internasional yang adil.
“Saat ini, PBB tidak dapat memenuhi potensinya… Mereka harus bertindak lebih baik,” ujar Trump. Ia juga menyebut adanya negara-negara yang “sangat buruk” tetapi justru mendapat perlakuan lebih baik di organisasi tersebut.
Sejak tahun lalu, AS memang telah menarik diri dari Dewan HAM PBB yang berpusat di Jenewa, Swiss. Saat itu, Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, menuduh dewan tersebut memiliki “bias kronis terhadap Israel” dan mengabaikan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh beberapa anggotanya.
Selain itu, pemerintahan Trump juga menghentikan pendanaan untuk Badan PBB yang menangani pengungsi Palestina, UNRWA. Langkah ini diambil setelah Israel menuduh UNRWA melindungi militan Hamas yang terlibat dalam serangan ke Israel Selatan pada 7 Oktober 2023—tuduhan yang telah dibantah oleh UNRWA.
Meskipun AS sudah bukan anggota Dewan HAM PBB sejak tahun lalu, keputusan Trump tetap memicu reaksi keras di tingkat internasional. Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, menegaskan pentingnya peran Dewan HAM dan UNRWA dalam memberikan layanan esensial bagi warga Palestina.
Sementara itu, pemerintahan Joe Biden sempat mencoba memperbaiki hubungan dengan PBB dan memenangkan kembali kursi di Dewan HAM pada Oktober 2021. Namun, pada September lalu, AS mengumumkan tidak akan mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua di dewan tersebut.
UNRWA sendiri didirikan pada 1949 untuk membantu pengungsi Palestina yang terdampak perang Arab-Israel 1948. Hingga kini, badan ini memberikan layanan kepada sekitar 5,5 juta warga Palestina di Gaza, Tepi Barat, Yerusalem Timur, serta di Yordania, Suriah, dan Lebanon.
Keputusan Trump ini diperkirakan akan semakin memperburuk hubungan AS dengan PBB dan memperlebar kesenjangan diplomatik terkait isu Palestina-Israel di panggung internasional.[TRA]

