RELUNG.ID — Para astronot di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) harus berlindung selama satu jam setelah sebuah satelit nonaktif Rusia, RESURS-P1, pecah menjadi lebih dari 100 keping puing di orbit.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (27/6) sekitar pukul 10 pagi dan mengakibatkan para astronot AS berlindung di pesawat ruang angkasa mereka.
RESURS-P1, satelit observasi Bumi milik Rusia, dinyatakan mati oleh Moskow pada tahun 2022. Hingga kini, belum ada rincian mengenai penyebab hancurnya satelit tersebut, dan badan antariksa Rusia, Roscosmos, belum memberikan komentar resmi atau pengakuan publik terkait peristiwa ini.
Komando Luar Angkasa AS, yang melacak kumpulan puing tersebut, menyatakan bahwa tidak ada ancaman langsung terhadap satelit lainnya.
Namun, pecahnya satelit pada ketinggian sekitar 355 km (220 mil) di orbit rendah Bumi, di mana banyak satelit lain beroperasi, termasuk jaringan Starlink SpaceX dan jaringan satelit Tiongkok, menimbulkan kekhawatiran tentang potensi tabrakan di masa depan.
Peristiwa ini juga meningkatkan kekhawatiran tentang kepadatan ruang angkasa yang semakin tinggi, yang dipenuhi jaringan satelit penting bagi kehidupan sehari-hari di Bumi, mulai dari komunikasi hingga layanan navigasi.
LeoLabs, perusahaan pelacak luar angkasa AS, mendeteksi setidaknya 180 benda dari puing-puing satelit tersebut dan memperkirakan bahwa bahaya dari awan puing ini bisa berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. [TRA]

