RELUNG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berupaya untuk menuntaskan permasalahan banjir yang kerap terjadi di Kota Palembang.
Salah satu penyebab banjir ini diantaranya bangunan liar yang berada di atas Daerah Aliran Sungai (DAS).
Karena itu, Pemkot Palembang pun bakal membongkar bangunan liar di atas DAS ini.
Pj Wali Kota Palembang, Ucok Abdulrauf Damenta mengatakan, bangunan liar di atas DAS saat ini menyebabkan aliran air atau anak sungai menyempit bahkan hilang.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan membongkar bangunan-bangunan tersebut, seperti yang telah dilakukan pada ratusan bangunan lainnya dalam beberapa waktu belakangan.
“Kami telah konsolidasi rencana aksi termasuk pembongkaran bangunan, aliran air akan kami kembalikan ke bentuk aslinya,” katanya, Selasa (16/7).
Menurutnya, beberapa titik rawan banjir ini sering terjadi di sekitar Simpang 5 DPRD Provinsi, seputaran Jalan Pom X, Jalan Veteran, Simpang Polda, wilayah Lemabang, Sekojo, Sekip, Plaju, Seberang Ulu, dan masih banyak lagi.
Melihat kondisi tersebut, Pemkot Palembang mengklaim sudah optimal dalam melakukan pencegahan banjir dengan membangun pompa air atau pompanisasi serta merekonstruksi saluran air di Kawasan Sekip Bendung.
Selain itu, Pemkot telah menyiapkan 500 pekerja untuk melakukan pengerukan saluran air atau drainase agar debit air yang tinggi segera surut ketika banjir terjadi.
Langkah-langkah tersebut meliputi pengerukan sedimen di drainase, got, selokan, dan aliran anak sungai sebagai upaya pencegahan genangan air.
“Masyarakat harus bekerjasama dengan pemerintah dalam penuntasan banjir. Dengan tidak membangun di atas DAS, bahkan tidak membuang sampah sembarangan termasuk ke sungai,” pungkasnya. (EWJ)

