Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Techno»Australia Matikan Tombol Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Techno

Australia Matikan Tombol Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda10/12/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi medsos, Foto : Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Australia resmi menjadi negara pertama di dunia yang mengambil langkah radikal dalam melindungi generasi mudanya dari dampak buruk dunia digital. Mulai Rabu, 10 Desember 2025, seluruh platform media sosial diwajibkan menghapus dan memblokir akun pengguna berusia di bawah 16 tahun — langkah yang langsung mengguncang jutaan anak dan remaja di negeri itu.

Facebook, Instagram, TikTok, Snapchat, hingga Twitch telah mengonfirmasi kepatuhan mereka. Akun lama milik anak di bawah 16 tahun kini dinonaktifkan, dan pendaftaran akun baru otomatis diblokir.

Meski tidak ada sanksi bagi anak maupun orang tua, platform raksasa yang kedapatan melanggar regulasi ini bisa dikenakan denda maksimal 49,5 juta dolar Australia (sekitar Rp 548 miliar).

Larangan ini muncul setelah bertahun-tahun penelitian dan laporan yang menunjukkan betapa rentannya remaja terhadap dampak buruk algoritma media sosial.

Studi pada awal 2025 menemukan fakta mengejutkan :

  • 96% anak usia 10–15 tahun memakai media sosial.
  • 70% dari mereka terpapar konten berbahaya, seperti kekerasan, misogini, promosi gangguan makan, hingga konten terkait bunuh diri.
  • 1 dari 7 mengalami grooming oleh orang dewasa atau remaja yang lebih tua.
  • Lebih dari separuh pernah menjadi korban perundungan siber.

Pemerintah Australia menyimpulkan bahwa platform tidak mampu memberikan perlindungan yang memadai. Banyak fitur media sosial dianggap dirancang untuk membuat anak kecanduan dan terjebak dalam konten merusak.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyebut kebijakan ini sebagai “salah satu perubahan sosial dan budaya terbesar dalam sejarah Australia.”

Dalam pernyataan emosional, Albanese menuturkan bahwa kebijakan ini lahir dari pertemuannya dengan para orang tua yang mengalami kehilangan besar akibat dampak buruk dunia maya.

“Kami melakukan ini untuk mereka — untuk setiap orang tua. Undang-undang ini bertujuan memudahkan diskusi tentang risiko media sosial dan memberikan ketenangan pikiran bahwa anak-anak mereka aman,” kata Albanese.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab kini berada di tangan perusahaan teknologi:

“Jika mereka tidak menghapus akun anak di bawah 16 tahun, mereka melanggar hukum Australia dan akan menghadapi denda besar.”

Keputusan tegas Australia ini langsung menjadi sorotan global. Beberapa negara dikabarkan tengah mempertimbangkan kebijakan serupa yakni, Malaysia, Denmark dan Norwegia

Uni Eropa bahkan telah mengeluarkan resolusi mengenai pembatasan usia yang lebih ketat di platform digital. Pemerintah Inggris mengatakan mereka “mengamati dengan cermat pendekatan Australia”.

Pakar kebijakan digital dari New York University, Michael Posner, menyebut kebijakan ini “studi kasus dunia.”

“Jika berhasil, banyak negara akan berkata: Lihat apa yang dilakukan Australia.”[THQ]

Australia Larangan Medsos untu anak 16 tahun Medsos
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAksi Perundungan Siswi SMP di Muratara Diusut, Polisi Periksa Ibu Korban
Next Article Trump Izinkan Nvidia Jual Chip Kelas Atas ke China
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Techno

Laba Samsung Tembus 145 Miliar USD, Produksi HP Dikabarkan Bakal Dipangkas 30 Persen

10/10/20263 Views
Techno

Pengiriman PC Global Anjlok 20,1 Persen, Lenovo Masih Kuasai Pasar

10/10/20262 Views
Techno

Google Siapkan Emoji HDR untuk Chat, Tawarkan Tampilan Lebih Cerah dan Kontras

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,932 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,803 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,775 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?