RELUNG.ID — Memasuki awal Maret 2026, potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi diprakirakan melanda Kota Palembang dan sekitarnya. Warga diminta tidak lengah, terutama pada periode 2 hingga 5 Maret yang berpeluang diguyur hujan sedang hingga lebat.
Kepala Stasiun Meteorologi Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, menjelaskan bahwa peningkatan intensitas hujan dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer yang sedang aktif di wilayah Sumatera Selatan.
“Awal Maret berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebih tinggi dibandingkan akhir Februari,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, angin muson barat atau Monsun Asia masih cukup dominan dan membawa suplai uap air ke wilayah Sumsel. Selain itu, terbentuknya shearline atau belokan angin di bagian timur Sumsel memperkuat pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
“Tak hanya itu, gelombang Equatorial Kelvin yang diprediksi aktif pada 3 hingga 5 Maret turut memperbesar peluang peningkatan curah hujan di wilayah tropis, termasuk Palembang, ” kata dia.
Melihat kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar lebih siaga terhadap potensi genangan air di titik-titik rawan, terutama di kawasan dengan sistem drainase terbatas.
“Warga yang beraktivitas di luar ruangan juga diminta menyesuaikan jadwal kegiatan, mengingat perubahan cuaca dapat terjadi secara cepat dalam hitungan jam, ” kata dia.
BMKG menyarankan masyarakat untuk rutin memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui laman resmi BMKG maupun aplikasi InfoBMKG guna memperoleh informasi terkini hingga skala kecamatan atau kelurahan.[THQ]

