RELUNG.ID – Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat erupsi yang terjadi pada Gunung Semeru di awal tahun 2025.
Berdasarkan data, setidaknya erupsi yang terjadi di Gunung Semeru ini sebanyak 10 kali sejak 1 Januari 2025 hingga 18.30 WIB.
“Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, Kamis (2/1).
Dari pengamatan, Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) terlihat visual letusannya sekitar 500 meter pada pukul 05.20 WIB. Di mana, di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.
“Saat ini gunung tersebut masih berstatus waspada,” terangnya.
Hingga saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi yaitu masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
“Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” imbaunya
Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (YIP)

