Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diberlakukan pemerintah, Sabtu sore (3/9) berdampak pada kenaikan harga sejumlah bahan pokok, salah satunya cabai.
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar di Empat Lawang dan di Palembang, harga Cabai keriting yang semula Rp65 ribu hingga Rp70 ribu. Kini melonjak drastis menjadi Rp85 ribu hingga Rp90 ribu perkilogramnya.
Pedagang sayur di Pasar 26 Ilir Palembang, Aji (33) mengatakan kenaikan ini terjadi sejak Minggu, akibat kenaikan harga BBM dan juga terbatasnya stok di pasar. Dia mengaku, kenaikan BBM ini juga berdampak menurunnya daya beli masyarakat yang biasanya cabai habis kini masih menumpuk meski di siang hari.
“Pedagang lain juga merasakan kalau pembeli saat menurun, khususnya cabai,” terangnya.
Sementara itu, Pedagang di Pasar Pulo Mas Tebing Tinggi Empat Lawang, Wati juga mengakui hal yang sama.
“Ya sama, disini sejak BBM naik, harga bahan pokok terutama cabai juga naik,” katanya.
Akibat kenaikan ini, tentunya para pembeli mengurangi belanjanya. Mereka tidak lagi membeli secara banyak. “Pembelinya juga berkurang. Beginilah kondisinya kalau harga lagi mahal,” singkatnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Efendi mengaku lonjakan harga ini bisa saja terjadi pasca kenaikan BBM. Karena, keekonomian baru tentunya harus disesuaikan. Meski demikian, dia mengimbau agar masyarakat mulai membiasakan diri untuk menanam sejumlah komoditas.
“Ini tentu dapat mengurangi pengeluaran, seperti bisa menanam cabai, tomat, budidaya lele dan ayam, serta lain sebagainya,” tutupnya.

