Meski diguyur hujan, aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diterima oleh anggota DPRD Sumsel, Senin (5/9).
Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Mgs Syaiful Fadli mengatakan setiap aspirasi rakyat ataupun mahasiswa tentunya harus diterima. Karena menurutnya DPRD tempat rakyat menitipkan amanahnya.
“Kenaikan BBM ini tentu akan banyak gelombang aksi, ini tentunya harus diterima,” katanya dihadapan massa aksi.
Meski demikian, pihaknya akan mengumpulkan dahulu setiap aspirasi penolakan kenaikan harga BBM ini, dan nantinya akan dikirimkan ke DPR RI. Karena, keputusannya berada di pemerintah pusat dan DPR RI.
“Kenaikan BBM ini tentu akan berdampak kepada kenaikan bahan pokok, dan akan terjadi inflasi dengan kenaikan harga bahan pokok hingga 50 persen,” ujarnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Sebanyak ratusan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UIN Raden Fatah Peduli Rakyat memadati jalan di depan Gedung DPRD Sumsel, Senin (5/9).
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes kepada pemerintah atas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diberlakukan Sabtu sore kemarin (3/9).
Dimulai sekitar pukul 12.30 WIB, massa aksi sempat diguyur oleh hujan deras yang terjadi di Kota Palembang. Hingga akhirnya, massa membubarkan diri usai ditemui oleh sejumlah anggota DPRD Sumsel
Koordinator Aksi Demo, Anwarul Fitro mengatakan aksi ini dilakukan untuk mendesak pemerintah agar menurunkan harga BBM yang naik pada Sabtu kemarin. Menurutnya, kenaikan BBM ini sangat memprihatinkan untuk seluruh masyarakat hingga berdampak hidup susah.
“Jadi kami suarakan tuntutan kami. Kami menolak kenaikan harga BBM ini,” singkatnya.
