Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Bahas Soal Mata Uang Kesultanan, Sejarawan Palembang Raih Doktor UIN Raden Fatah
Regional

Bahas Soal Mata Uang Kesultanan, Sejarawan Palembang Raih Doktor UIN Raden Fatah

ADMINBy ADMIN28/09/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Sejarawan Kota Palembang, Dr. Kemas Abdul Rachman Panji Ari Panji, S.Pd., M.Si., resmi meraih gelar doktor pada Wisuda ke-94 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang yang digelar di Gedung Akademik Center, Sabtu (27/9/2025).

Alumnus Program Doktor UIN Raden Fatah ini mengkaji mata uang pitis dalam disertasinya berjudul “Mata Uang Kesultanan Palembang Darussalam dalam Perspektif Sejarah Politik”. Ia tercatat sebagai doktor ke-272 yang dihasilkan kampus tersebut.

Kemas Ari Panji menegaskan, kajian soal pitis masih jarang disentuh. Padahal, pada masa Kesultanan Palembang Darussalam, terdapat dua jenis mata uang, yakni pitis tebok dan pitis buntu, yang berperan penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat kala itu.

“Pitis bukan hanya alat transaksi, tetapi simbol identitas dan kedaulatan. Intervensi Belanda melalui penggantian pitis dengan gulden bukan sekadar urusan moneter, melainkan bagian dari upaya melemahkan struktur sosial ekonomi lokal,” jelasnya.

Menurutnya, pitis juga memuat nilai budaya dan politik, tercermin dari desain serta inskripsi koin yang menunjukkan pengaruh Islam dan jejaring perdagangan luas dengan Tiongkok hingga Timur Tengah.

Kajian ini mendapat apresiasi dari Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Raden Muhammad Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn.. Ia menegaskan, tidak semua kerajaan di Nusantara memiliki mata uang sendiri. “Keberadaan pitis adalah bukti peradaban tinggi dan daya tahan budaya Palembang di tengah tekanan kolonial,” tegas Sultan Fauwaz.

Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., menambahkan bahwa wisuda bukan hanya seremoni akademik, melainkan momentum meneguhkan tanggung jawab baru. Dengan tema “Kolaboratif, Dialogis Antar Lembaga untuk Kesejahteraan Masyarakat”, ia menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dan dialog lintas lembaga adalah kunci menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Pada wisuda ke-94 ini, UIN Raden Fatah mengukuhkan 1.125 lulusan, terdiri dari 1.075 sarjana, 37 magister, dan 13 doktor. Hadir pula Drs. H. Sutoko, M.Si, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sumsel. (DSK)

Pitis Kesultanan Palembang SejarawanPalembang UIN Raden Fatah Palembang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePemkot Prabumulih Serahkan Sertifikat Tanah, Warga Kini Punya Kepastian Hukum
Next Article Panen Raya Jagung OKU Timur, Pemerintah Pastikan Penyerapan Hasil Petani
ADMIN

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,867 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,742 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,715 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?