RELUNG.ID – Sejarawan Kota Palembang, Dr. Kemas Abdul Rachman Panji Ari Panji, S.Pd., M.Si., resmi meraih gelar doktor pada Wisuda ke-94 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang yang digelar di Gedung Akademik Center, Sabtu (27/9/2025).
Alumnus Program Doktor UIN Raden Fatah ini mengkaji mata uang pitis dalam disertasinya berjudul “Mata Uang Kesultanan Palembang Darussalam dalam Perspektif Sejarah Politik”. Ia tercatat sebagai doktor ke-272 yang dihasilkan kampus tersebut.
Kemas Ari Panji menegaskan, kajian soal pitis masih jarang disentuh. Padahal, pada masa Kesultanan Palembang Darussalam, terdapat dua jenis mata uang, yakni pitis tebok dan pitis buntu, yang berperan penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat kala itu.
“Pitis bukan hanya alat transaksi, tetapi simbol identitas dan kedaulatan. Intervensi Belanda melalui penggantian pitis dengan gulden bukan sekadar urusan moneter, melainkan bagian dari upaya melemahkan struktur sosial ekonomi lokal,” jelasnya.
Menurutnya, pitis juga memuat nilai budaya dan politik, tercermin dari desain serta inskripsi koin yang menunjukkan pengaruh Islam dan jejaring perdagangan luas dengan Tiongkok hingga Timur Tengah.
Kajian ini mendapat apresiasi dari Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Raden Muhammad Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn.. Ia menegaskan, tidak semua kerajaan di Nusantara memiliki mata uang sendiri. “Keberadaan pitis adalah bukti peradaban tinggi dan daya tahan budaya Palembang di tengah tekanan kolonial,” tegas Sultan Fauwaz.
Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., menambahkan bahwa wisuda bukan hanya seremoni akademik, melainkan momentum meneguhkan tanggung jawab baru. Dengan tema “Kolaboratif, Dialogis Antar Lembaga untuk Kesejahteraan Masyarakat”, ia menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dan dialog lintas lembaga adalah kunci menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Pada wisuda ke-94 ini, UIN Raden Fatah mengukuhkan 1.125 lulusan, terdiri dari 1.075 sarjana, 37 magister, dan 13 doktor. Hadir pula Drs. H. Sutoko, M.Si, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sumsel. (DSK)

