Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Balita di Sukabumi Meninggal Dipenuhi Cacing, Gubernur Jabar: Saya Prihatin dan Kecewa
Indeks

Balita di Sukabumi Meninggal Dipenuhi Cacing, Gubernur Jabar: Saya Prihatin dan Kecewa

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda20/08/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Raya saat ditemukan oleh pegiat sosial Iin. Foto: Instagram/ @rumah_teduh_sahabat_iin
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Tragedi memilukan menimpa seorang bocah perempuan bernama Raya (4), warga Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Raya meninggal dunia pada 22 Juli 2025 dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing, setelah sebelumnya dirawat dalam keadaan kritis.

Raya adalah anak dari pasangan Udin (32) yang menderita sakit paru-paru (TBC) dan Endah (38) yang diketahui sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Mereka tinggal di sebuah rumah bilik panggung sederhana. Bagian kolong rumah dipakai sebagai kandang ayam penuh kotoran, yang diduga menjadi sumber paparan cacing bagi Raya.

Kisah tragis ini terungkap pertama kali oleh pegiat sosial bernama Iin, pemilik akun @rumah_teduh_sahabat_iin, pada 13 Juli 2025. Saat ditemukan, Raya dalam keadaan tidak sadar dan segera dibawa ke rumah sakit. Dari pemeriksaan medis, dokter menemukan ratusan cacing hidup keluar dari tubuhnya, mulai dari hidung, anus, hingga organ intim, dengan berat total mencapai 1 kilogram. Bahkan hasil CT Scan menunjukkan cacing dan telurnya telah menyebar ke otak.

Iin mengaku sempat berjuang mencari bantuan biaya pengobatan ke sejumlah lembaga, mulai dari Dinas Sosial Kabupaten dan Kota Sukabumi, Dinas Kesehatan, hingga lembaga zakat besar. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil hingga akhirnya dirinya menanggung sendiri biaya perawatan mencapai Rp 23 juta.

Kondisi keluarga Raya pun memperparah keadaan. Ibunya yang mengalami gangguan mental tidak mampu membawa anaknya ke rumah sakit, sementara ayahnya sakit-sakitan. “Ketika ditanya mengapa tidak ke rumah sakit, ibunya hanya menjawab tidak ada uang,” ungkap Iin.

Respons Gubernur Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan keprihatinan sekaligus kekecewaannya atas meninggalnya Raya.

“Saya menyampaikan rasa prihatin dan kecewa yang sangat dalam serta memohon maaf atas meninggalnya balita berusia empat tahun yang tubuhnya dipenuhi cacing,” kata Dedi, Selasa (19/8).

Menurut penjelasan dokter yang menanganinya, kondisi Raya sudah masuk kategori cacingan akut.

“Sejak kecil, dia terbiasa bermain di kolong rumah yang bercampur dengan ayam dan kotorannya. Sangat mungkin tangannya kotor lalu masuk ke mulut, sehingga memicu infeksi cacing parah,” ujar Dedi.

Akan Ada Sanksi untuk Aparat Desa

Dedi juga menegaskan akan mengevaluasi perangkat desa dan petugas kesehatan setempat.

“Dimungkinkan saya akan memberikan sanksi bagi desa tersebut, karena fungsi PKK tidak berjalan, posyandu tidak berfungsi, dan pelayanan kebidanan juga tidak maksimal,” tegasnya.

Selain itu, Dedi menyebut telah menginstruksikan tim untuk mengevakuasi keluarga Raya agar mendapat perawatan medis, lantaran mereka juga menderita penyakit TBC.

“Ini menjadi perhatian kita semua agar aparat pemerintah jangan abai, harus rutin mengawasi kondisi warganya,” pungkasnya.[THQ]

Balita Cacing Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat Sukabumi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTes DNA Ungkap Fakta: Anak yang Diklaim Lisa Mariana Bukan Darah Daging Ridwan Kamil
Next Article Tenaga Non ASN di Empat Lawang Bakal Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,882 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,754 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,728 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?