RELUNG.ID- Burung merak yang berkeliaran di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, sempat membuat heboh warga dan viral di media sosial.
Burung dengan bulu ekor indah itu terlihat bebas berjalan di depan sebuah rumah mewah, bahkan sempat membuka ekornya hingga menjadi tontonan warga yang berbondong datang untuk merekam momen tersebut.
Belakangan diketahui, burung merak tersebut merupakan milik anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet.
“Iya betul, pemiliknya beliau (Bambang Soesatyo),” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, Selasa (30/9/2025).
Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta sebelumnya juga turun ke lokasi untuk mengecek keberadaan burung merak tersebut, termasuk soal izin pemeliharaan dan status perlindungannya.
Menanggapi ramainya perbincangan publik, Bamsoet buka suara. Ia mengakui bahwa burung merak yang viral itu adalah peliharaannya. Bamsoet menegaskan burung yang dipelihara adalah merak biru atau merak India (Pavo cristatus), bukan merak hijau (Pavo muticus) yang termasuk satwa dilindungi.
“Sebagai pencinta satwa, merak yang saya pelihara adalah merak biru atau merak India. Itu tidak masuk kategori satwa dilindungi. Sementara yang dilindungi adalah merak hijau yang habitat aslinya tersebar di Jawa, Bali hingga sebagian wilayah Nusa Tenggara,” ujar Bamsoet kepada wartawan.
Bamsoet juga memastikan bahwa hewan peliharaannya memiliki izin penangkaran resmi dari BKSDA dan rutin mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari dokter hewan.
“Kesehatan satwa sangat penting. Saya pastikan pemeliharaan dilakukan sesuai prosedur kesehatan hewan. Pemeriksaan rutin setiap bulan adalah wujud kepedulian terhadap standar pemeliharaan yang benar,” jelasnya.
Menurut Bamsoet, merawat merak biru bukan hanya sebatas hobi, melainkan juga bentuk keterlibatan dalam upaya pelestarian satwa.
“Memelihara merak biru bagian dari kontribusi agar satwa-satwa dunia tidak punah. Kita harus memastikan generasi mendatang masih bisa menyaksikan keelokan satwa, bukan hanya lewat gambar di buku atau video di internet,” pungkasnya.[YKP]

