RELUNG.ID – Menjelang masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat tajam di sejumlah moda transportasi. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang menjadi salah satu titik krusial yang kini mulai melakukan langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran dan keamanan pergerakan penumpang.
General Manager Bandara SMB II, R Iwan Winaya, mengungkapkan bahwa kesiapan operasional tahun ini tidak hanya fokus pada peningkatan layanan, tetapi juga memperkuat sistem keamanan baik di udara maupun darat.
Dalam kondisi normal, arus pergerakan penumpang di Bandara SMB II berkisar antara 6.000–8.000 orang per hari. Namun pada musim Nataru tahun ini, trafik diprediksi melonjak hingga 9.000–12.000 penumpang per hari atau meningkat sekitar 10 persen dari hari biasa.
“Peningkatan biasanya mulai terasa satu hingga dua minggu sebelum libur Nataru. Puncaknya terjadi saat menjelang hari-H dan berlanjut sampai H+3 atau bahkan H+7 tahun baru,” ujar Iwan, Kamis (13/11/2025).
Lonjakan penumpang ini juga diperkirakan akan dipengaruhi oleh penawaran harga khusus yang biasanya dikeluarkan maskapai. Meski demikian, pihak bandara masih menunggu kepastian tarif promosi yang akan diberlakukan pada periode libur tahun ini.
Dari catatan tahun sebelumnya, program potongan harga tiket oleh sejumlah maskapai berhasil meningkatkan jumlah penumpang secara signifikan. Trafik dilaporkan naik sekitar 13–14 persen akibat kebijakan diskon yang diterapkan sesuai aturan Kementerian Perhubungan.
“Belum ada informasi resmi untuk besaran diskon tahun ini, tapi kalau mengikuti pola tahunan, tarif spesial akan kembali memengaruhi jumlah penumpang,” jelas Iwan.
Ia menambahkan, tren serupa juga terjadi pada moda transportasi lain—darat maupun laut—karena pada periode Nataru, sektor transportasi biasanya ramai-ramai menawarkan tarif tertentu untuk menarik minat penumpang.
Menghadapi puncak arus liburan, Bandara SMB II menyiapkan pengamanan dan peningkatan layanan secara menyeluruh. Dua fokus besar yang kini mulai diterapkan adalah Safety awareness, yaitu peningkatan kesadaran keselamatan untuk mencegah risiko-risiko yang bersifat tidak disengaja demi melindungi penumpang serta aset bandara.
Selain itu, Security awareness, penguatan sistem keamanan untuk mengantisipasi ancaman yang bersifat disengaja, termasuk potensi pelanggaran keamanan atau ancaman keselamatan penerbangan.
Selain itu, pengelola bandara akan membentuk posko siaga Nataru yang melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk TNI/Polri, Basarnas, hingga instansi vertikal lainnya. Sebagai bentuk kesiapan, apel siaga dan penempatan personel tambahan akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Target utama kami tetap memastikan kenyamanan dan rasa aman penumpang. Kita siapkan penjagaan ekstra di pintu masuk dan keluar, serta memperkuat koordinasi antarinstansi,” kata Iwan.[THQ]

