RELUNG.ID – Pelatih anyar Sriwijaya FC, Budi Sudarsono, membuka sisi lain dari alasannya menerima tawaran melatih klub yang tengah berada dalam kondisi tersulit dalam sejarahnya. Dalam konferensi pers seusai laga Pegadaian Championship 2025/2026 melawan Garudayaksa FC di Bogor, pelatih berjulukan Si Ular Piton itu blak-blakan mengungkap bahwa keputusannya bukan sekadar pilihan karier—melainkan panggilan hati.
Budi mengakui bahwa sejak lama ia dikenal sebagai sosok yang selalu mengejar tantangan, baik ketika masih aktif bermain maupun kini menjadi pelatih. Itu sebabnya, ketika banyak pihak mempertanyakan keberaniannya mengambil alih Sriwijaya FC yang tengah terpuruk finansial, ia justru melihatnya sebagai momen untuk membuktikan diri.
“Dulu sebagai pemain saya selalu ingin jadi bintang di tiap klub. Sekarang, sebagai pelatih, tantangannya berbeda: menjadikan Sriwijaya FC kembali bersinar,” ujarnya tegas.
Di tengah kondisi klub yang mengalami krisis berkepanjangan, Budi tetap memandang ada ruang besar untuk bangkit.
Keputusan Budi menerima pinangan SFC juga tak lepas dari kedekatan emosionalnya dengan klub. Ia merupakan bagian dari generasi emas SFC pada musim 2008–2009 dan 2010–2011, era ketika Laskar Wong Kito dikenal sebagai salah satu tim paling ditakuti di Indonesia.
Kenangan itu menjadi bahan bakar yang menghidupkan kembali semangatnya.
“Saya cinta Sriwijaya. Dulu banyak momen indah tercipta di sini. Sekarang, meski kondisinya sulit, rasa cinta itu tidak hilang,” tuturnya.
Budi menyebut bahwa Tuhan memberikan pekerjaan sesuai kemampuan dan kesiapannya, dan bila yang datang adalah tugas berat, maka ia meyakininya sebagai bentuk kepercayaan.
Dengan segala kekurangan yang menimpa klub—mulai dari finansial hingga performa—Budi memosisikan dirinya sebagai sosok yang ingin mengembalikan martabat Sriwijaya FC.
“Sriwijaya ini tim besar. Tidak boleh dibiarkan jatuh terlalu dalam. Kita harus benahi dari dalam, pelan tapi pasti, dan bekerja keras,” katanya.
Budi juga menegaskan bahwa dukungan suporter adalah energi yang membuatnya semakin yakin untuk bertahan dan berjuang bersama SFC pada fase tersulit.
“Mereka masih mendukung. Itu jadi alasan kenapa saya tetap di sini,”kata dia.[THQ]

