RELUNG.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa Demul, mengumumkan program terobosan untuk menangani siswa bermasalah di provinsinya. Dalam program ini, siswa yang memiliki riwayat kenakalan akan diberikan pembinaan khusus di barak militer atau kepolisian selama 6 bulan hingga 1 tahun.
Demul menjelaskan, langkah ini diambil karena banyaknya keluhan dari orang tua dan guru yang merasa kewalahan menghadapi perilaku siswa yang sulit diatur.
“Banyak orang tua sudah menyerah. Guru juga takut bertindak keras karena khawatir dikriminalisasi. Maka, diperlukan pendekatan nyata, terencana, dan terukur,” kata Demul dalam pertemuannya dengan wartawan di DPR.
Kriteria dan Pola Hidup Baru
Siswa yang menjadi sasaran program ini adalah mereka yang dinilai memiliki perilaku bermasalah seperti tawuran, mabuk, melawan orang tua, atau bolos sekolah.
“Pola hidup mereka akan diatur. Tidur pukul 8 malam, bangun pukul 4 pagi, mandi, beres-beres, lalu sarapan sebelum berangkat ke sekolah,” ungkapnya.
Para siswa akan tetap mengikuti pembelajaran sekolah seperti biasa, namun dilakukan di dalam kompleks militer atau kepolisian. Jadwal harian mereka juga mencakup olahraga fisik seperti push-up dan sit-up, serta kegiatan spiritual seperti mengaji bagi siswa muslim.
“Ini bukan latihan perang, tapi pembinaan mental dan fisik agar mereka sehat, bugar, dan bebas dari kebiasaan buruk seperti merokok atau konsumsi minuman keras,” tegas Demul.
Kerja Sama dengan TNI-Polri Dimulai 2 Mei
Program ini akan mulai berjalan pada 2 Mei 2025, dengan lokasi pertama di Kota Bandung. Selain itu, Kabupaten Purwakarta juga telah menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi melalui kerja sama dengan Batalyon Armed 9 Kostrad.
Demul optimis program ini dapat mencetak generasi muda yang lebih disiplin dan bertanggung jawab. “Di tempat seperti ini, mereka mendapatkan pembinaan yang tidak tersedia di rumah. Ini adalah kesempatan untuk mengubah pola hidup mereka menjadi lebih baik,” tutupnya.
Langkah inovatif ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat, namun Demul yakin kebijakan ini adalah solusi tepat untuk membentuk generasi yang berkarakter kuat.[THQ]

