RELUNG.ID — Banjir kembali melanda wilayah Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), kali ini merambah ke tiga kelurahan/desa di kecamatan Indralaya.
Banjir dengan ketinggian 40-90 centimeter (cm) terjadi karena naiknya air tampungan rawa akibat hujan deras dan meluapnya aliran sungai.
Kepala Bidang Penanganan Darurat Sumsel BPBD Sumsel, Sudirman, menyatakan bahwa banjir ini berdampak pada 21 rumah di dua kelurahan/desa di kecamatan Indralaya, yakni kelurahan Indralaya Raya, Desa Sakatiga, dan Desa Tanjung Raya.
“Banjir kembali meluas di 3 desa/kelurahan yang terjadi pada pukul 09.00 -16.00 WIB, Minggu (10/3) kemarin karena aliran sungai meluap dan air memasuki 30 permukiman warga. Sampai saat ini banjir masih tinggi, masih kisaran 1 meter,” ujar Sudirman, Senin (11/3).
Sudirman merincikan bahwa tiga desa/kelurahan yang terdampak banjir antara lain Desa Sakatiga dengan 12 kepala keluarga (KK), Kelurahan Indralaya dengan 9 KK, dan Desa Tanjung Raya dengan 9 KK.
“Akses jalan di 3 desa ini juga terdampak banjir. Kami sudah melaksanakan ground check serta pendataan kerugian. Namun, masih didata,” kata Sudirman.
BPBD Sumsel telah menyediakan bantuan bagi korban banjir, termasuk paket sembako, hygiene kit, sabun, selimut, matras, dan makan siap saji. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah desa setempat juga telah dilakukan untuk penanganan lebih lanjut.
Sebelumnya, pada Sabtu (9/3/2024), sebanyak 331 rumah dari tiga desa di Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, juga terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1,5 meter. Banjir ini berdampak pada 271 KK yang tinggal di Desa Serikembang I, Serikembang II, dan Serikembang III, akibat meluapnya sungai karena hujan deras. [RG]

