RELUNG.ID — Sebanyak 200 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan, terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Manau. Curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang terjadi selama beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama bencana ini.
“Iya, banjir terjadi akibat hujan deras sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari. Total ada sekitar 200 KK yang terdampak,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Prabumulih, Sriyono, Sabtu (18/1/2025).
Banjir yang mulai merendam permukiman warga pada Jumat pagi tercatat memiliki ketinggian air hingga 75 cm. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Sriyono menjelaskan bahwa BPBD Prabumulih segera turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Tim langsung melakukan kaji cepat, membantu evakuasi warga terdampak, dan memberikan bantuan awal.
“Air mulai surut pada Jumat sore karena debit sungai perlahan menurun. Namun, kami tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah musim hujan ini,” tambahnya.
Prabumulih dikenal sebagai salah satu daerah rawan banjir di Sumatera Selatan. Sepanjang awal tahun 2024, wilayah ini beberapa kali mengalami banjir, terutama di permukiman yang berada di sekitar aliran sungai.
Pemerintah Kota Prabumulih telah menetapkan status siaga banjir dan tanah longsor sejak akhir 2024 hingga awal 2025. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi mengingat tingginya risiko bencana pada musim penghujan.
Meski banjir kali ini tidak menyebabkan korban jiwa, genangan air yang mencapai hampir 1 meter mengakibatkan kerugian bagi warga, terutama kerusakan pada rumah dan barang-barang. BPBD Prabumulih terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.
Dengan cuaca yang masih belum stabil, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
“Kami akan terus memberikan peringatan dini dan membantu warga dalam memitigasi risiko bencana,” tutup Sriyono.[AYK]

