RELUNG.ID – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, sejak Sabtu (27/9) malam hingga Minggu (28/9) dini hari, memicu luapan Sungai Nile. Akibatnya, dua desa di Kecamatan Selangit, yakni Desa Taba Remanik dan Taba Remanik Lama, terendam banjir.
Sedikitnya 50 rumah warga terdampak dengan ketinggian air mencapai 75 sentimeter di sejumlah titik dataran rendah. Warga terpaksa mengevakuasi barang-barang berharga ke lokasi yang lebih tinggi.
“Ada sekitar 50 rumah terendam. Warga masih bertahan, tapi perabotan sudah banyak diungsikan. Kami berharap ada solusi permanen agar banjir tidak berulang setiap musim hujan,” kata Adi, salah seorang warga.
Camat Selangit, Misbahudin Lubis, membenarkan banjir dipicu luapan Sungai Nile akibat tingginya curah hujan di bagian hulu. “Air mulai meluap sejak dini hari, dan puncaknya pagi tadi. Saat ini air mulai surut, warga perlahan kembali beraktivitas,” ujarnya.
Meski debit air cukup deras, pemerintah kecamatan memastikan tidak ada korban jiwa. Namun, banjir ini kembali menegaskan persoalan klasik yang kerap berulang ketika hujan lebat melanda wilayah tersebut.
“Kami sudah instruksikan kepala desa agar segera melaporkan jika ada tanda-tanda sungai akan meluap lagi. Ini penting untuk langkah antisipasi dini,” tegas Misbahudin. (KPB)

