RELUNG.ID – Bank Tabungan Negara (BTN) menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) dari Kementrian Keuangan (Kemenkeu) Sebesar Rp2,5 triliun.
Uang tersebut guna memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak dan sehat.
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengatakan, hak untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak itu diatur dalam UU. Namun, kondisi kesenjangan atau backlog antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah yang dibutuhkan masyarakat mencapai di atas 28 juta rumah.
Baca Juga: Dirlantas Polda Sumsel Banyak Temukan Pelanggaran Plat Palsu!
“Jadi kita punya tanggung jawab untuk menjawab hak masyarakat. Tapi kalau masyarakat berhak, tidak berarti dapat gratis. Maka, kita perlu merangkai seluruh kebijakan, regulasi, dan instrumen agar masyarakat mampu untuk bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dan sehat,” katanya dikutip dari keterangan resminya, Jumat kemarin (27/1).
Bank BTN merupakan institusi yang diciptakan untuk sebuah misi yang sangat jelas yaitu bagaimana menjawab tantangan sektor perumahan. Untuk mencapai cita-cita menjadi the best mortgage institution di ASEAN pada tahun 2025, Menkeu meminta Bank BTN untuk bekerja melebihi key performance indicator (KPI) yang ditetapkan.
“Saya berharap BTN bisa bersinergi dan memberi nilai tambah. BTN harus sehat, well governed, efisien, better manage, dan kompetitif. Itu baru Anda bisa memberikan nilai tambah,” harapnya.
Baca Juga: Song Joong Ki Umumkan Pernikahannya dengan Katy Louise Saunders, Begini Isi Suratnya
PMN yang diberikan kepada Bank BTN sebesar Rp2,5 triliun itu merupakan uang yang berasal dari rakyat Indonesia sehingga harus digunakan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Titip uangnya, titip masyarakat yang berharap dari BTN, titip atas nama negara dan masyarakat kepada Anda semuanya. Anda adalah BUMN jadi tidak bekerja sekedar cari untung. Harus memiliki idealisme membangun Indonesia, mensejahterakan rakyat terutama di sisi sektor keuangan,” pungkasnya.

