RELUNG.ID — Baru sepekan menghirup udara bebas, seorang pria bernama Iwan, warga Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kembali membuat geger. Dengan membawa air softgun dan dua senjata tajam, Iwan mengamuk di sebuah pabrik kelapa sawit di Desa Simpang Tais, Kecamatan Talang Ubi, Kamis (26/9/2024) pagi.
Aksi brutalnya dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Tanpa ragu, Iwan menodongkan air softgun ke arah pegawai pabrik dan seorang anggota Polsek Talang Ubi yang sedang bertugas. Dua orang tak berdaya menjadi sasaran pelurunya.
Salah satu korban adalah Aipda M. Joko, yang menderita luka tembak di tangan kiri, sementara satu korban lainnya adalah pegawai Humas PT Agro.
Kapolsek Talang Ubi PALI, Kompol Rifan Wijaya, membenarkan kejadian mencekam itu.
“Setelah melakukan penembakan, pelaku langsung melarikan diri. Korban kami, Aipda M. Joko, mengalami luka di tangan kiri, dan pegawai Humas perusahaan sawit tersebut juga terluka,” ujar Rifan.
Pelaku yang dikenal sebagai residivis ini nekat melakukan aksi berbahaya tersebut dengan satu tujuan: menuntut agar perusahaan sawit memberinya pekerjaan. Baru keluar dari penjara, Iwan ingin mengubah nasib, namun memilih jalan yang keliru dengan cara mengancam dan melukai orang.
“Motif pelaku adalah ingin memaksa perusahaan sawit itu memberikan pekerjaan. Pelaku adalah residivis kasus penganiayaan dan baru saja bebas dari penjara. Kini dia berulah lagi dengan membawa air softgun dan dua senjata tajam,” tambah Rifan.
Kini, Iwan menjadi buruan aparat. Polisi terus melakukan pengejaran, dan menurut informasi yang dihimpun, pelaku masih berada di wilayah PALI, namun terus berpindah-pindah untuk menghindari petugas.
“Kami mengimbau pelaku untuk segera menyerahkan diri. Kami sudah mendatangi keluarganya agar koperatif dan memberitahukan keberadaan pelaku. Jika tidak, kami akan memberikan tindakan tegas,” tegas Rifan.
Iwan dikenal oleh warga sekitar sebagai sosok yang misterius dan ditakuti. Konon, dia memiliki ilmu kebal sehingga tak segan-segan membawa senjata tajam ke mana pun ia pergi. Saat melakukan penyerangan di pabrik sawit, Iwan bahkan dengan berani menodongkan air softgun ke anggota polisi yang sedang berjaga.
“Pelaku memang kerap membawa sajam ke mana pun dia pergi. Kali ini, dia menggunakan air softgun untuk menembak anggota kami di lokasi kejadian. Kami akan bertindak tegas terhadap pelaku yang sudah sangat meresahkan ini,” tutup Rifan.[AYK]

