RELUNG.ID- Sebanyak 15 personel Rescue Kantor Basarnas Palembang diterjunkan untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pada bencana banjir bandang yang melanda Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.
Langkah ini merupakan bentuk respons cepat Basarnas terhadap kondisi kedaruratan di berbagai wilayah, termasuk Sumatera Barat yang saat ini tengah mengalami bencana hidrometeorologi dengan dampak kerusakan dan korban jiwa yang signifikan.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, S.I.P., M.M., CHRMP, secara resmi memerintahkan Kantor SAR Palembang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk mengirimkan personel lengkap beserta peralatan SAR guna memperkuat pelaksanaan Operasi SAR di wilayah terdampak.
Basarnas menugaskan Kantor SAR Palembang sebagai salah satu unsur yang dikerahkan untuk mendukung percepatan penanganan dan memperluas jangkauan operasi pencarian korban.
Sebanyak 15 personel tersebut diberangkatkan Minggu malam sekitar pukul 22.00 WIB, dilepas langsung oleh Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin. Mereka menempuh perjalanan darat menuju Sumatera Barat dengan estimasi waktu sekitar 30 jam.
Para personel membawa perlengkapan SAR yang diperlukan untuk menghadapi medan berat serta kondisi banjir bandang yang masih berpotensi berlanjut.
Raymond menjelaskan, pengerahan personel dari berbagai kantor SAR di Indonesia merupakan bentuk sinergi Basarnas untuk memastikan operasi pencarian berjalan maksimal.
“Dengan dukungan unsur Basarnas dari berbagai wilayah, diharapkan penanganan bencana di Sumatera Barat dapat dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif sehingga dapat meminimalkan korban serta mempercepat pemulihan kondisi masyarakat,” ujar Raymond.[FZP]

