Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Gubernur Mualem: Tak Ada Jeda Kemanusiaan Saat Aceh Menghadapi Tsunami Kedua
Indeks

Gubernur Mualem: Tak Ada Jeda Kemanusiaan Saat Aceh Menghadapi Tsunami Kedua

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda01/12/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Bencana banjir dan longsor yang melumpuhkan 18 kabupaten/kota di Aceh memaksa pemerintah daerah memasuki fase operasi darurat tanpa henti. Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan bahwa penanggulangan bencana kali ini bukan sekadar pemulihan biasa, melainkan perlombaan melawan waktu untuk menyelamatkan ribuan warga yang kini terjebak di wilayah terisolasi.

Dalam Apel Tim Recovery Bencana di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda (SIM), Mualem memerintahkan seluruh instansi untuk mengutamakan pembukaan akses darat sebagai prioritas tertinggi.

“Setiap personel harus tahu tugasnya. Buka jalan, buka akses, dan pastikan logistik bergerak tanpa berhenti. Setiap menit yang hilang berarti nyawa bisa tak tertolong,” tegas Mualem, Senin (1/12).

Kondisi di sejumlah kabupaten disebut sangat gawat. Tak sedikit gampong masih terendam banjir dan benar-benar tak dapat dijangkau. Situasi inilah yang mendorong Mualem menyamakan bencana kali ini dengan tragedi tsunami 2004.

“Aceh seperti mengalami tsunami kedua. Jangan ada jeda kemanusiaan — itu perintah saya,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar proses evakuasi dan pembukaan akses tetap memperhatikan keselamatan personel, karena potensi longsor susulan dan arus banjir masih sangat tinggi.

Hingga Minggu malam, total korban tewas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 442 orang, sementara sekitar 400 warga masih hilang. Aceh sendiri mencatat 96 korban jiwa.

Di beberapa titik, terutama Kabupaten Bener Meriah, akses utama benar-benar putus. Banjir bandang menyapu jembatan dan badan jalan sehingga upaya evakuasi hanya bisa dilakukan mengandalkan jalur udara.

Situasi makin genting setelah PLN melaporkan kerusakan berat jaringan transmisi. Sebanyak 12 tower listrik roboh, membuat suplai energi ke beberapa kawasan padam total.

PLN telah mengirimkan 150 personel melalui jalur darat dan menyiapkan helikopter untuk mengangkut material ke lokasi terpencil. Tujuh set tower emergency mulai didistribusikan.

“Kami melihat kerusakan yang masif. Tapi semangat masyarakat Aceh membuat kami yakin pemulihan ini harus dilakukan total,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

Dua pesawat Hercules TNI AU sudah diterjunkan membawa tower emergency dari Jakarta. Sementara TNI AD dan Polri membuka akses jalan serta mengawal distribusi logistik dan pergerakan tim teknis PLN.

Selain perbaikan jaringan, PLN telah mengirim 220 genset ke titik prioritas, memastikan fasilitas vital seperti rumah sakit dan posko pengungsian tetap bisa beroperasi.

Bantuan sosial juga terus disalurkan, namun akses darat yang terputus membuat distribusi masih terkendala di sejumlah titik.

Dengan area terdampak sangat luas dan cuaca yang belum stabil akibat pengaruh Siklon Tropis Senyar, pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu panjang. Namun Mualem menegaskan bahwa pemerintah akan menjalankan operasi 24 jam.

“Aceh pernah bangkit dari bencana besar. Kali ini pun kita harus bangkit. Jangan tinggalkan satu pun warga tanpa bantuan,” tutupnya.[THQ]

Aceh Banjir Gubernur Mualem Tsunami
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSumsel Selamat dari Banjir Besar, Gubernur Soroti Pentingnya Rehabilitasi DAS
Next Article Basarnas Kerahkan 15 Personel SAR Palembang Perkuat Operasi Banjir Bandang di Sumbar
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,875 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,747 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,721 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?