RELUNG.ID — Basarnas Palembang telah mengerahkan dua tim untuk melakukan pencarian korban yang hilang akibat jembatan ambruk di wilayah Lalan, Musi Banyuasin. Insiden ini terjadi setelah jembatan tersebut ditabrak oleh kapal tongkang yang membawa batu bara.
“Ada dua tim yang diturunkan untuk melakukan pencarian orang hilang. Saat ini tim masih menuju lokasi,” kata Kepala Basarnas Palembang, Raymond Konstantin, pada Selasa (13/8/2024).
Raymond menjelaskan bahwa tim masih dalam perjalanan menyusuri sungai menuju lokasi jembatan ambruk yang menghubungkan Desa Gali Sarih P.11 dan Desa Suka Jadi P.6. Menurutnya, operasi pencarian korban hilang ini akan dipimpin oleh Tim SAR Palembang.
“Untuk menuju TKP membutuhkan waktu karena lokasinya jauh untuk ditempuh dengan darat. Sedangkan waktu tempuh jalur air akan memakan waktu lima hingga enam jam,” ungkapnya.
Berdasarkan data sementara, ada 13 orang yang menjadi korban dalam insiden jembatan ambruk ini. Tongkang bernama Santana Jaya, yang membawa batu bara dan ditarik oleh tug boat Paris 22, menabrak jembatan pada Senin (12/8/2024) sekitar pukul 20.30 WIB.
“Dilaporkan ada enam orang hilang, enam orang luka ringan, dan satu orang luka berat,” jelas Raymond.
Adapun identitas korban yang hilang adalah Muhammad Kusdio (45) warga P.5 Sari Agung, Hendra Hanlipi (15) warga P.5 Sari Agung, Mohamad Alansyah (15) warga Suka Jadi, Misbahul Munir (31) warga Suka Jadi, Samari (43) warga P.13 Purwodadi Banyuasin, dan Ribut Riyadi (34) warga Palembang.
Sedangkan untuk korban yang mengalami luka ringan adalah Lukas, Raka, M Rifansyah, Heri, dan Andre yang merupakan warga P.6 Sukajadi, serta Andre warga P.11 Galih Sari. Sementara itu, korban luka berat bernama Elpis, yang juga merupakan warga P.11 Galih Sari.
“Semoga semua korban yang hilang dapat segera kita temukan,” tutup Raymond.[AYK]

