RELUNG.ID- Kontroversi konten kreator Willie Salim terus berlanjut setelah ia dikabarkan batal menghadiri podcast Deddy Corbuzier. Pembatalan ini menambah spekulasi di tengah polemik yang terjadi akibat kontennya tentang rendang 200 kilogram yang dimasak di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang pada Selasa (18/3/2025).
Sebelumnya, Willie Salim dijadwalkan untuk berbicara di podcast Deddy Corbuzier guna memberikan klarifikasi terkait kontroversi yang menyeret namanya.
Namun, tanpa alasan yang jelas, ia membatalkan kehadirannya, yang kemudian memicu berbagai spekulasi di media sosial.
“Om Deddy di Prank Willy Salim. Sore tadi di WA om Ded, kalo Willy ajak Podcast tentunya bahas soal “Rendang di Palembang”. Om Ded mau asal ada Bobon (Sebagai Ahli) diajak lah gw,”tulis Bobon Santoso diakun Instagram pribadi miliknya.
Setelah terjadi kesepakatan waktu, Bobon pun datang ke tempat acara. Namun, hingga waktu yang ditentukan nyatanya Willie Salim tak datang.
“Tentuin jam semua setuju jam 9 malam ini. Eh pas gw sampe ternyata Willy batalin sepihak, alasannya ga dapat tiket ke Jakarta. Padahal gw ud siap kasih tutor masak besar biar rendang ga hilang.Selengkapnya tar di Youtube Close The Door deh pokoknya gw tetap yakin Rendang Hilang adalah settingan,”ungkap Bobon.
Pada unggahan tersebut, Deddy pun sempat menelpon Willie untuk mempertanyakan alasannya tak menghadiri acara yang telah disepakati tersebut.
“Jadi oponinya gitu om, ini rekayasa, ini settingan ini gimik,”ucap Willie dengan suara yang terdengar bergetar.
Kasus ini bermula ketika Willie mengunggah video yang mengklaim bahwa rendang yang dimasaknya hilang saat proses memasak.
Unggahan ini langsung viral dan menimbulkan reaksi keras dari masyarakat, termasuk Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, yang menilai konten tersebut mencederai martabat warga Palembang.
“Saya mendukung masyarakat yang melapor ke aparat penegak hukum. Konten seperti ini jangan sampai menjatuhkan harkat dan martabat wong Palembang,” ujar Ratu Dewa, Senin (24/3/2025).
Seiring dengan meningkatnya polemik, tiga pihak telah melaporkan Willie ke Polda Sumatera Selatan, yaitu dua advokat, Ryan Gumay dan Agung Wijaya, serta seorang konten kreator Palembang, Rendy Aditya alias Rondoot. Mereka menuding Willie telah membuat kegaduhan dan merusak citra Palembang.
Kasubdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel, AKBP Dwi Utomo, memastikan bahwa laporan terhadap Willie Salim sudah diterima dan kini tengah dalam tahap penyelidikan.
“Kami akan meminta keterangan dari para saksi, termasuk Willie Salim, untuk menindaklanjuti laporan yang telah masuk,” kata Dwi, Senin (24/3/2025).[YKP]

