RELUNG.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel mengungkap beberapa potensi kecurangan yang dapat terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 November mendatang.
Potensi kecurangan ini dapat terjadi bukan hanya di TPS pelosok tetapi juga merata di setiap kabupaten kota di Sumsel.
“Berkaca dari Pemilu 24 Februari lalu, terdapat sejumlah TPS yang rawan, yang hampir merata di setiap kabupaten kota di Sumsel,” kata Kepala Bawaslu Sumsel, Kurniawan, Senin (25/11).
Dia mengatakan, potensi kerawanan di TPS ini mulai dari pemilih mencoblos lebih dari satu kali, atau saat pemungutan suara terjadi kekurangan surat suara. Artinya, potensi kerawanan ini variatif.
“Kalau berkaca pada Pemilu lalu, itu ada yang nyoblos lebih dari sekali, ada juga yang kekurangan logistik. Kami akan rilis,” terangnya.
Dia juga mengingatkan, kepada pasangan calon atau tim pasangan calon kepala daerah, di masa tenang saat ini untuk tidak boleh melakukan aktivitas kampanye lagi. Jika ada, pihaknya tak segan- segan akan menindaknya.
“Kami sudah sampaikan imbauan ini kepada para calon, agar tidak ada lagi aktivitas kampanye termasuk di media,” pungkasnya.
Untuk diketahui, dalam Pilkada 2024 ini terdapat 6.382.739 pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), dengan 13.206 TPS yang tersebar di 3.249 Desa dan Kelurahan pada 241 Kecamatan di 17 Kabupaten kota se Sumsel.
Dari jumlah DPT tersebut, terdapat Daftar Pemilih Pindahan hingga H-7 yaitu sebanyak 7.056 pemilih dengan rincian, 4.590 pemilih laki- laki, dan 2.466 pemilih perempuan pada 1.911 TPS di 988 Kelurahan dan Desa, dengan Palembang dengan 1.157 pemilih.
Sedangkan, pemilih pindah keluar sebanyak 7.136 pemilih dengan rincian 4.612 pemilih laki- laki, 2.524 pemilih perempuan di 3.895 TPS pada 1.728 Kelurahan Desa dengan kota Palembang terbanyak 1.639 pemilih. (DSK)

