RELUNG.ID — PT PLN (Persero) mencatatkan lonjakan konsumsi energi kendaraan listrik hingga 500 persen selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Konsumsi listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) meningkat tajam dari 139.335 kWh pada tahun lalu menjadi 706.579 kWh tahun ini, seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan listrik yang digunakan untuk mudik.
Peningkatan Jumlah Kendaraan Listrik dari sekitar 2.800 unit pada Nataru tahun lalu menjadi lebih dari 7.500-8.000 unit tahun ini (naik 300 persen).
Lonjakan transaksi pengisian daya naik lebih dari 430 persen, dari 6.712 transaksi menjadi 29.237 transaksi.
PLN menambah jumlah SPKLU di jalur Trans Jawa-Sumatra dari 64 unit menjadi 500 unit, tersebar di 297 lokasi dengan jarak rata-rata antar-SPKLU hanya 23 kilometer.
Strategi PLN Mendukung Lonjakan
1. Penambahan SPKLU: Saat ini terdapat 3.069 unit SPKLU di 2.906 lokasi strategis di seluruh Indonesia.
2. Fitur Digital: Aplikasi PLN Mobile dilengkapi dengan fitur trip planner untuk memudahkan pengguna menemukan SPKLU dan merencanakan perjalanan.
3. Petugas Siaga: Sebanyak 6.000 petugas PLN ditempatkan di SPKLU untuk memastikan kelancaran operasional.
4. Infrastruktur Rest Area: Penambahan SPKLU di lokasi-lokasi strategis, khususnya di rest area jalur mudik, mengurangi risiko antrean.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN berkomitmen memastikan perjalanan mudik menggunakan kendaraan listrik berjalan lancar dan nyaman. Meski terjadi lonjakan signifikan dalam jumlah kendaraan listrik dan konsumsi energi, tidak ada laporan kendaraan listrik kehabisan daya di tengah perjalanan atau antrean panjang di SPKLU.
Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, didukung oleh infrastruktur yang terus diperkuat. Keberhasilan PLN dalam menghadapi lonjakan ini mencerminkan kesiapan Indonesia untuk mengakomodasi transisi menuju energi bersih di sektor transportasi.
PLN diharapkan akan terus memperluas jaringan SPKLU, meningkatkan efisiensi layanan digital, dan memastikan pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia berjalan beriringan dengan pengembangan infrastruktur yang memadai.[TRA]

