RELUNG.ID – Meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) sejak awal April 2026 mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat di sektor otomotif.
Salah satu dampak yang terlihat yakni meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, seperti produk dari BYD.
Branch Manager BYD Arista, Suryadi Fajaran mengatakan, penjualan mobil listrik mengalami peningkatan signifikan setelah kenaikan harga BBM.
“Sejak kenaikan BBM, masyarakat mulai melirik kendaraan listrik. Penjualan kami meningkat sekitar 30 hingga 40 persen,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Menurut Suryadi, model BYD Atto 1 menjadi kendaraan yang paling diminati konsumen, terutama untuk kebutuhan mobilitas dalam kota karena dinilai lebih hemat dan efisien. Selain itu, model BYD Sealion juga mulai mendapat perhatian pasar.
“Untuk saat ini, kedua model tersebut mencatat penjualan yang cukup tinggi,” katanya.
Ia menjelaskan, penjualan kendaraan listrik di BYD Arista Palembang kini mencapai sekitar 40 hingga 50 unit per bulan, dengan kontribusi terbesar berasal dari tipe Atto 1.
Dari sisi harga, BYD Atto 1 tersedia dalam dua varian, yakni tipe Dynamic dengan harga sekitar Rp211 juta dan tipe Premium seharga Rp247 juta. Sementara BYD Sealion dipasarkan mulai Rp636,5 juta hingga Rp726,2 juta untuk varian Performance.
Selain harga yang kompetitif, daya tempuh kendaraan listrik juga menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen.
BYD Atto 1 tipe Dynamic mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer dalam kondisi baterai penuh, sedangkan tipe Premium dapat mencapai sekitar 380 kilometer.
“Pengisian daya di rumah memerlukan waktu sekitar empat sampai lima jam. Namun jika menggunakan fasilitas fast charging PLN, pengisian dari 45 persen dapat dilakukan sekitar satu jam,” jelasnya.
Suryadi juga mengingatkan pengguna kendaraan listrik agar tidak membiarkan kapasitas baterai habis total demi menjaga performa dan usia baterai tetap optimal.
“Minimal saat baterai tersisa 30 persen sudah sebaiknya dilakukan pengisian ulang,” tambahnya.
Dari sisi operasional, kendaraan listrik dinilai jauh lebih ekonomis dibandingkan mobil berbahan bakar minyak. Dengan biaya pengisian daya sekitar Rp70 ribu, kendaraan sudah dapat digunakan untuk aktivitas harian di dalam kota.
Ia menambahkan, tren peralihan ke kendaraan listrik kini semakin terlihat, termasuk dari pengguna kendaraan berbahan bakar solar yang mulai mempertimbangkan efisiensi biaya jangka panjang.
“Banyak konsumen yang sebelumnya menggunakan kendaraan diesel kini mulai beralih ke mobil listrik karena dinilai lebih hemat dan praktis,” pungkasnya. (LWM)

