RELUNG.ID – Kisah cinta pasangan dengan perbedaan usia mencolok kembali menyita perhatian publik. Seorang pemuda bernama Ahmad Suryatna (30) resmi menikahi Sisri (58), perempuan yang sebelumnya merupakan atasannya di tempat kerja.
Pernikahan keduanya tercatat secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) Jenangan, Kabupaten Ponorogo, pada Rabu (28/1/2026).
Pasangan ini memiliki selisih usia 28 tahun, dan Sisri diketahui telah memiliki dua anak serta dua cucu dari pernikahan sebelumnya.
Kisah kedekatan Ahmad dan Sisri bermula ketika Ahmad bekerja di usaha jual beli sekam padi milik Sisri di Desa Nglayang, Kecamatan Jenangan. Intensitas pertemuan yang tinggi membuat hubungan mereka berkembang dari sekadar rekan kerja menjadi lebih dekat secara emosional.
Menurut Sisri, Ahmad mulai bekerja dengannya sekitar tujuh tahun lalu, saat masih berusia 23 tahun.
“Sering bertemu, lama-lama muncul rasa. Saya kaget ketika dia melamar pada 2021. Kami menikah siri terlebih dahulu,” ujar Sisri, Jumat (30/1/2026).
Ahmad menyebut ketertarikannya muncul karena sikap Sisri yang perhatian dan baik.
“Saya meminta restu orang tua lebih dulu. Setelah tiga tahun bekerja bersama, perasaan itu muncul,” katanya.
Niat Ahmad sempat mendapat penolakan dari keluarga Sisri karena perbedaan usia yang jauh serta status Sisri sebagai nenek. Namun, seiring waktu, keluarga akhirnya menerima hubungan mereka.
Pasangan ini telah menjalani pernikahan secara agama selama empat tahun, sebelum akhirnya mencatatkan pernikahan secara resmi karena alasan ekonomi.
Dalam akad nikah yang tercatat di KUA, Ahmad memberikan mahar uang tunai sebesar Rp200 ribu. Saat menikah siri, mahar berupa seperangkat alat salat.
Kepala KUA Jenangan, Tajib Ahmadi, membenarkan bahwa pernikahan tersebut telah sah secara hukum.
“Mereka sudah menikah siri cukup lama. Baru sekarang bisa dicatatkan secara resmi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pernikahan dengan perbedaan usia besar bukan hal baru.
“Yang terpenting adalah kesiapan dan saling menerima. Kami doakan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah,” katanya.
Kini, Sisri mengaku lebih tenang karena pernikahan mereka telah diakui negara. Dalam keseharian, pasangan ini menjalani hidup sederhana.
“Saya memasak di pagi hari, Mas Ahmad membantu sebentar sebelum berangkat kerja,” tutur Sisri.
Meski sempat menuai perhatian publik, pasangan ini berharap dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan damai dan saling mendukung. (LWM)

